Sabtu, 17 November 2012

Maaf, Saya Masih Sayang Anda


Kamu tinggalkanku dengan beribu kerapuhan dan beribu tetes air mata. Namun, kini kau kembali dengan sejuta kenangan dan sejuta harapan yang mampu merobohkan dinding kerapuhanku. Kamu yang dulu mencoretnya maka kamu juga yang menghapusnya. Rosa yah itulah namaku. Aku seorang wanita yang hanya mampu berdiri dengan kerapuhan yang ada. Kerapuhan yang kian hari kian membunuhku secara perlahan. Memang dilihat dari segi umur hidupku masih terlalu dini untuk merasakan pengkhianatan dan terlalu dini untuk merasakan sebuah kerapuhan. Namun, dunia semakin kejam untuk menyingkirkan seseorang.

“ Aku Sayang Sama kamu, kamu mau nggak jadi kekasihku “ tanya Rizal sambil memegang tanganku. Sontak akupun kaget dibuatnya karena sebelum kata-kata itu diucapkan aku tak pernah membayangkan akan terjadi hal seperti ini “ Konyoolll!!!, wess ayo anterin aku pulang “ jawabku sambil memaksa dia,agar aku segera diantarkan pulang. Rizal pun terlihat kecewa terhadap jawabanku atas pertanyaannya, lain lagi denganku yang dibuat gila atas ungkapan Rizal tadi karena tidak bisa kubohongi bahwa hatikupun sama sepertinya terlalu lama kututupi perasaanku, ku rela menunggunya dan sekarang dewi fortuna berpihak padaku maka aku mengambil inisiatif “ Ungkapan tadi masih berlaku? “ tanyaku penasaran, “ yah masih lah sayang, oppsss sorry “ jawab Rizal yang mulai gugup, “ sayang ??? iyadeehh aku juga sayang kamu sekarang kita pacaran yah sayang “ kataku sambil menggoda. Mendengar hal itu sontak Rizal pun senang dan memacu kencang sepedanya dan hal itu membuat aku kaget dan reflek memegang pinggang Rizal dan seketika pula kupukul bahunya karena membuatku kaget. Malam harinya dia menelfonku sebagai kekasihku tapi karena terlalu lama menjadi sahabat maka topik pembicaraan kami layaknya 2 sahabat. Besok pagi dia ingin mengantarkanku sekolah sebagai kekasihku karena kendaraan dirumahku digunakan maka kuiyai saja permintaanya. Keesokan harinya karena memang jarak rumah kita berdekatan makan pukul 05.30 dia telah ada di depan rumah, karena hobiku berangkat sekolah mepet so yah saat dia ada di depan aku masih menggunakan sepatu dan setelah selesai aku pamit pada kedua orang tuaku dan segera berangkat sekolah. Dan itulah hari pertama aku diantarkan Rizal sebagai pacarnya dan wow itu membuatku sangat gugup. Terkadang aku bingung untuk memanggilnya dengan sebutan apa dan kubiarkan semua mengalir begitu saja.

Memang aku tidak satu sekolah dengannya. Umur kita tak sepantaran tapi kami punya cara tersendiri untuk meluangkan waktu bersama dan share tentang kejadian sehari-hari. Tuhan ciptakan dia dengan beribu keindahan. Dia tenangkan hatiku kala aku tersiksa dengan keluargaku, dia ingatkanku waktu makan agar penyakit lambungku tidak kumat, Dia juga siap menjadi sopir pribadiku kala aku tak memiliki kendaraan. “Dia begitu indah tuhann!!. Akupun tak menyesal karena menunggunya terlalu lama karena dia yang isi hariku dengan kecerahan”, kataku dalam hati. Bulan demi bulan kita lalui bersama dengan penuh keindahan dan kekonyolan yang kami buat. Hingga menginjak bulan ke-3 aku berada pada titik kejenuhan, sifat keegoisannya terkadang membuatku marah, sifat keposesivannya yang membuat saya sesak nafas. Sekolahku adalah sekolah yang sedang mengejar grade tinggi maka dari itu setiap siswa dipacu agar seperti sekolah unggulan lainnya. Yah SMA Jaya Buana, sekolah ini terkadang seperti monster yang mampu memaksa setiap siswa untuk fokus pada tugasnya dan hal itulah yang membuatku sering tidak memberi kabar pada Rizal dan itu juga yang membuatnya marah. Aarrrghhhhh......!!!!!. itu membuatku hampir gila, hingga menginjak bulan keempat hubungan kami diisi  dengan adu cekcok dan sebagainya dan sifat kekanak-kanakan yang dimiliki olehnya yang membuat semua menjadi buruk. Karena bulan ini dipenuhi dengan tugas karena pada minggu kedua bulan kelima akan diadakan Ulangan Akhir Semester dan itu membuatku harus fokus pada nilaiku sehingga aku mengambil inisiatif untuk menghubunginya dan “ habis gini aku UAS kita istirahat ketemuan yah, istirahat telfon juga yah. Tapi kalo mau hubungin juga gapapa sih hehe “ pekikku dengan nada sedikit gugup karena takut membuatnya marah, “ ooo kalo buat kebaikanmu gapapa kok aku bakal coba, tapi pasti aku bakalan kangen kamu sayang “ jawabnya yang membuat hatiku seneng, “ kan Cuma 1 minggu sayang pasti bisa kok, kamu juga UAS kan? Nah biar kita fokusnya bareng “ tukasku dengan sedikit manja, “ Iyadeh buat my princess apasih yang ngga” jawabnya sambil merayu “ apaan sihh, malu tauuuu!!! Oh iya aku mau tidur buat persiapah UH besok, good night sayang “ sahutku sambil berpamitan untuk tidur , “ good night too sayang “ jawabnya. 

Beberapa hari kemudian dia berniat untuk mengajakku pergi tapi sekektika kutolak karena aku sedang banyak tugas dan hal itu membuatnya jengkel. Hingga menginjak H-2 sebelum UAS dari cara smsnya sudah semakin cuek hingga menginjak hari H komunikasiku dengan dia seketika putus, bak hilang di telan bumi tapi akal sehatku meemberikan pikiran bahwa dia juga sedang fokus pada UASnya pula. Kucoba untuk menghubunginya tapi tak ada respon dan hal ini membuatku jengah dan ingin mengakhiri kebusukan ini. Kubiarkan saja hingga UAS selesai tapi tetap saja tak ada respon seperti yang ada di televisi “ AKU GALAU TANPAMU!!!!” yah itulah yang kurasakan. Karena aku terlalu fokus pada tugasku dan UASku maka membuat kondisi tubuhku drop seleuruh penyakitku kumat, tapi dia berubah tak ada respon sama sekali darinya, kemana dia??? 2 minggu dia tak ada kabar hingga besoknya kudapati pesan bahwa dia memustuskanku. Demi tuhan itu membuatku shock karena 2 minggu dia tak memeberi kabar, sekalinya memberi kabar langsung menusuk hati. Kucoba bertanya tentang mengapa alasannya putus denganku dia mengatakan bahwa dia tak ingin membuatku terluka dengan segala keegoisannya yang selalu ingin bertemu dengaku. Dan hal itu membuatku tenang karena ternyata dia bijaksana. “tuhan kau berikan satu kelebihannya yakni dia bijaksana karena disaat putus dia masih mengingatku dan mempedulikan keberadaanku “ yah hanya itu yang menenangkan hatiku.

Paginya kukatakan pada Rahma jika aku dengan Rizal sudah putus. Sontak mereka semua terkejut dan setelah kuceritakan semua mereka memberi semangat agar aku tetap maju. Karena setelah UAS terdapat banyak jam kosong dan jam pulangpun dipercepat. Karena saat itu aku sedang suntuk maka Rahma dkk mengajakku Hang Out disalah satu mall di surabaya. Sesampainya disana yang kita lakukan hanya bermain dan nongkrong di food court. saat sedang asyik-asyiknya ngobrol, dari kejauhan ku melihat sosok Rizal berjalan dengan segerombolan temannya tapi dia tampak mesra dengan wanita disampingnya kudekati mereka dan aku izin untuk pergi ke toilet, saat kudekati kulihat rizal dan teman wanitannya menghilang maka tanpa pikir panjang kumencari keberadaan mereka dan akhirnya mereka ketemu, mereka berada di lantai atas dan kulihat Rizal duduk seperti menyembah dan mengatakan “maukah kau jadi kekasihku “ pada wanita itu, seketika batinku bergejolak, 

Marah....
Depresi.....
Sedih.......

Yah semua tercampur jadi satu dan tatkala wanita itu berkata “iya, aku mau” dan itu makin membuat batinku tersiksa dan menjarit. Tangisanku jatuh seketika “ TUHAAN!!! Kau jahat kau cipatakan dia hanya untuk menyakitiku dia tak lebih dari seorang pecundang!!!, kenapa harus aku tuhan !!!!, tuhan aku membencinya dengan segenap jiwa saya !!!!. TUHANn saya lemahhhh!! “ batinku berkecamuk karena tak kuat maka aku segera lari dan di eskalator aku bertemu Rahma dan di akhirnya aku pergi ditoilet dan kemudian aku bercerita panjang lebar dan tangisanku kembali pecah, Rahma pun yang mendengar ceritaku ikut pula meneteskan air mata “ Aku Bodoh yahh...., aku bisa sayang sama cowok pecundang itu, tapi dia jahat dia tinggalin aku buat orang lain, aku butuh dia dan saya bodoh “ air matakupun semakin menjadi . Rahmapun hanya bisa memelukku sambil mengatakan “Lupakan dia,dia nggak pantes buat kamu. Nangis aja selama kamu mampu” dan aku menangis di pelukannya. Setelah menumpahkan emosiku dan hatiku sedikit lebih tenang maka Rahma menghapus airmataku dan menyuruhku mencuci muka dan mengajakku kembali ke tempat tongkronganku. Disana Rahma mengajak pulang dan aku pulang dengan selamat. Sesampainya di Rumah akupun mengunci diri dalam kamar dan kudengarkan lagu kemudian meneteskan air mata kembali  sambil mengingat kejadian tadi. Kulihat ponselku dan segala hal tentang Rizal kuhapus dan kubuang karena terlalu besar rasa benciku padanya dan itu membuatku sedikit lebih tenang.

Hari demi hari kulalui hingga hasil Rapot dibagikan yah targetku melenceng jauh yah meskipun termasuk 5 besar tapi nilaiku pas-pasan. Yah karena galau memikirkan pria pecundang itu sehingga membuatku tidak fokus belajar tapi semua telah kusyukuri. Rahma, Zahra, Loka, Diana, Inka yah mereka yang selalu memberikan semangat padaku untuk jauh pergi meninggalkan Rizal, jauh pergi melupakan Rizal ditambah lagi dengan seluruh teman kelasku yang selalu ada buatku, yang selalu menghiburku. Bulan demi bulan, hingga kenaikan kelas 11 dan aku masuk IPA. Kudapati aku masih terbiasa tenang dengan hidup saya dengan teman-teman saya meskipun kelas kami berpencar. “ Rizal, ga ada waktu buat mikirin orang yang gapenting kayak kamu”, yah itu yang saya tanamkan pada hati saya. 

Pada hari senin kulihat ponselku ternyata ada sms dari nomor yang tak dikenal dan isinya hanya “Hei “ maka kubalas dengan singkat “sapa?” dan kuketahui bahwa itu Rizal. Sempat ada perasaan jengkel tapi bagaimanapun saya tetap ingin membalasnya. Setelah saling bertanya kabar kamipun bertanya pada hal yang lebih privasi tentang mengapa nomer miliknya tidak diketahui olehku ? dan aku yang balik bertanya perkara pacarnya, dan wow tenyata hubungannya telah kandas dari 1 bulan yang lalu. Yah karena terpancing adrenalinku dan pembicaraanku semakin mendalam karena sudah larut malam maka kuahiri smsku dengan berpamitan untuk tidur. Hari demi hari kita lalui dengan saling ungkap tentang pertanyaan “ “mengapa” di hati kita ?”. dia ucapkan kata “penyesalan dan minta maaf “ dan dia jelaskan semuanya. Menurutku dia cukup dewasa untuk mengakui ini, dan setelah dia akhiri ceritanya antara miris dan luluh, hatiku bercampur. Tapi untuk memaafkan mudah tapi menghapus semua luka itu sulit dan butuh waktu yang lama. Dia mulai berani mengantar – jemputku saat sekolah, dia juga mulai berani untuk mengajakku keluar. Kata “Balikan” itu terlalu sering kudengarkan tapi aku masih ingin melihat perubahannya. Minggu demi mingu dan merangkak ke arah bulan ke-2. Kulihat perubahannya semakin pesat dan tak kupungkiri tuk mengatakan “Aku Jatuh Cinta Lagi”. Hingga saat yang kunanti tiba yah dia mengajakku keluar ke suatu tempat dan aku mengajak ke lantai atas suatu mal dimana dia menyatakan cinta pada seorang gadis yakni setengah tahun yang lalu. 

“ Ananda Rosa, maukah anda kembali menjadi kekasih saya “ tanya Rizal 

“ Hah??? Semudah itu anda katakan ?? tidak tahukah anda betapa pedihnya saya melihat anda mengungkapkan perasaan pada wanita lain sehari setelah kita berpisah, tidak tahukah anda kala anda memutuskan saya, saya sedang membutuhkan anda, tidak tahukah anda saya rela turun peringkat karena anda, tahukah anda, anda yang membuat hidup saya penuh dengan kerapuhan karena pengkhianatan  yang anda beri, tahukah anda, saya tak bisa move on hanya karena pria pecundang seperti anda, tahukah anda, anda adalah orang terjahat yang pernah saya kenal “ jelasku yang mulai bercucuran airmata 

“ maafkan saya karena meninggalkan anda, maafkan saya yang lebih memilih ego saya dibanding anda, tapi ketahuilah hanya anda yang bisa mengerti saya “  jawab Rizal dengan penuh emosional
“hidup saya rapuh karena anda, pondasi mimpi saya hancur karena anda, anda bagai monster dan karena anda saya tidak bisa melihat, mencium, mendengar segala tentang anda karena saya terlalu lemah untuk semua itu “ sahutku yang mulai dipenuh banjir air mata 

“ bila saya yang telah menggores hati anda maka saya akan bertanggung jawab untuk menghapus goresan itu. jadi ini permintaan terakhir saya, bersediakah anda kembali menjadi kekasih saya dan saya hapuskan goresan tentang kenangan pahit itu dan digantikan dengan sebuah lembaran yang berisi goresan kenangan yang indah ?tanya Rizal dengan penuh harap 

“ Maaff..” jawabku sambil meneteskan airmataku kembali
 “Memang ini salah saya, saya hargai itu” sahut Rizal dengan penuh rasa kecewa
Maaff..... saya masih sayang anda  “ jawabku dengan airmata haru 

Rizal yang mendengar hal itu meloncat kegirangan dan segera memelukku dan mengatakan “Dengan segenap jiwaku aku akan berusaha menjaga kepercayaanmu, dan dengan segenap jiwaku aku menyayangimu “ jelas Rizal sambil mecium keningku

Setelah hari itu kami berjanji saling meleburkan kegoisan kami, kami juga berusaha untuk saling jaga dan saling pengertian. Dan kami melakoni hidup kami layaknya pasangan kekasih semestinya bukan seperti dulu melainkan dengan diri kami yang sekarang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar