Darimu dan Untukmu
Senyummu
yang selalu terhias dibenakku.....
Tawamu
yang membuat indah duniaku .....
Perkataanmu
yang selalu tenangkan hatiku.....
Ketahuilah
aku yang selalu menyayangimu.....
Di suatu sudut persimpangan kota
terlihat seorang pria sedang mengagumi keindahan seorang gadis. Yah sebut saja
namanya Bahrul, sosok pria yang bisa dibilang sebagai boss dalam suatu geng
yang angkuh, garang dan ditakuti di daerahnya. Memang dilihat dari umurnya dia
memang masih muda, SMA lebih tepatnya. Dari segi wajahnya dia memang tidak
tampan tapi kharisma yang dia pancarkan mampu membuat wanita manapun terpesona.
Tapi sayang dia kurang sedikit peduli sekitar, dia terlahir dengan kebencian
pada kedua orang tuanya. Karena terlalu sibuk dengan pekerjaan, sehingga kala
mereka berada dirumah yang bisa mereka lakukan hanya bekerja dan bertengkar
tanpa mempedulikan keadaan Bahrul dan seorang adiknya. Dan itulah alasan
mengapa bahrul terlalu membenci keluarganya.
Rokok dan tawuran telah menjadi
sahabat setia Bahrul. Mereka yang selalu menemani bahrul kala ia sedang gundah.
Selain itu bahrul juga memiliki teman sepermainan atau anak buah dalam geng
milik Bahrul. Mereka adalah Firman, Bagus, Arman, dan Putra. Yah, mereka semua sama seperti bahrul yakni
terlahir dengan masalah. Dalam hal cinta kemampuan bahrul sudah tidak diragukan
lagi, kepala geng Black Hole ini sangat mudah untuk menggandeng seorang gadis
untuk menjadi kekasihnya. Tapi sayang bagi bahrul semua gadis yang dikencani
bahrul hanya sebagai selingan, selain itu semua gadis hanya memperhatikan
kekayaan kedua orang tuanya dan fisiknya. Tapi kali ini entah mengapa bahrul
terpikat pada sosok gadis yang berdiri menunggu angkutan kota untuk menuju
sekolah. Entah mengapa dilihat dari penampilannya gadis ini biasa saja, tidak
ada lebihnya dibanding gadis yang telah dikencani Bahrul sebelumnya. Tapi saat
melihat gadis itu hati Bahrul menjadi tentram. Sesampainya ia di sekolah ia
langsung menceritakan gadis itu pada gengnya.
KRIIIIINGGGGGGGGGGGGGG!!!!!, bel
sekolah pun telah dibunyikan. Seperti biasa bila tidak berbuat ulah bukan Black
Hole namanya. Yah mereka membuat ricuh kelas dengan saling lempar antara Bahrul,
Bagus dan Arman. Kemudian diikuti Putra, Firman dan siswa lain karena tidak
terima karena lemparan. Akibatnya, suasana kelas menjadi tidak konsentrasi
dalam menyerap pelajaran. Hal itu membuat guru yang mengajar jengkel dan
mengeluarkan kelima anak tersebut dari kelas. Mungkin hampir semua siswa yang
dikeluarkan saat proses KBM itu takut, sedih dll, Tapi tidak dengan Bahrul Cs
mereka malah dengan senang hati keluar dari kelas malahan mereka mengatakan
sesuatu yang membuat guru itu sesak nafas “ kenapa tidak dari tadi sih bu, saya
udah ngantuk “ kata Bahrul yang kemudian nyelonong pergi meninggalkan kelas dan
diikuti Csnya. Seperti biasa saat guru mengeluarkan mereka dari kelas yang
dilakukan mereka ada pergi kekantin untuk sarapan, saat perjalanan dikantin dia
bertemu dengan gadis yang tadi dia temui dan membuatnya terpesona “ bro, iku
arek ayu sing tak critano mau“ seru Bahrul sambil menunjuk gadis yang berjalan
menuju kelas XII IPA 3 , “ endi,endi?” jawab Arman sambil terkejut, “ Oalah, iku
Rika arek tonggo kelase awak dewe, mosok kon gak eroh? “ jawab Firman yang menyakinkan
Bahrul. “ Kok aku gak eroh yo, tapi ayu yo !!” sahut bahrul yang terlihat
senang karena telah mengetahui nama gadis itu. “ ahh longor kon iku” sahut
bagus sambil memukul kepala Bahrul. Karena tidak terima bahrul pun memukul
kepala bagus juga dan akibatnya ketiga temannya ikut memukul kepala bagus dan
berlari menuju kantin.
Menit
demi menit, jam demi jam Bahrul lalui dengan memikirkan gadis yang bernama Rika
itu hingga akhirnya jam pulang sekolah pun berbunyi. Karena dia masih penasaran
dengan Rika dia mencari informasi tentang Rika. Karena latar belakang Bahrul
adalah Black Hole maka dengan mudah bahrul mendapatkan informasi tentang siapa
?, Dimana?, dan Bagaimana sosok Rika itu?. Dan hal itu membuat Bahrul menjadi
senang dan berniat untuk mentraktir makan teman-temannya pada malam itu. Yah
Bahrul mengajak teman-temannya makan di tempat tongkrongan mereka biasanya. Di
tempat itu mereka memesan makanan dan setelah mereka makan, seperti biasa mereka menyalakan rokok dan bersenda gurau
bersama saking asiknya mereka merokok mereka hingga mereka tak sadar jika asap
rokok Bagus mengganggu pengunjung lain. Dan pengunjung lain merasa tidak terima
“ asap rokok kalian itu mengganggu, bisa nggak kalian mematikan rokok
kalian?” sentak Rian sebagai pengunjung
yang merasa terganggu tersebut “ emang ada larangan yah kalo disini dilarang
merokok, toh banyak yang merokok disini” jawab Putra yang mulai emosi, “ emang
nggak ada sih, tapi setidaknya kalian peduli sekitar dong “ sahut Rian yang
juga mulai emosi “ arghhh...., Banyak omong” tukas Bahrul dengan jotos hangat
pada wajah Rian BRUAKKKK!!!!. Sontak hal itu membuat teman-teman Rian tidak
terima dan balik menyerang BahrulAkibatnya, terjadi pertengkaran antara Bahrul
Cs dan Rian Cs. Karena hampir kalah Rian Cs mundur dan dengan maksud, lain hari
akan menyerang Black Hole kembali dengan pasukan yang lebih banyak. Dengan
senang hati Bahrul menerima tawaran Rian “ Golekono aku, Bahrul boss Geng Black
Hole SMA Pelita Harapan, aku gatau wedi kapanpun iku “ tukas Bahrul sambil
mengejek Rian. Karena wajah mereka babak belur maka mereka memutuskan untuk
pulang kerumah masing-masing karena besok pagi mereka harus sekolah.
Sesampainya Bahrul di rumah dia hanya menemui adik laki-lakinya Sandi yang
menunggu kedatangannya “ mas habis tawuran lagi yah “ tanya adiknya, “ lho adek
kok belum tidur ?”, “iya, mas kan cowok jadi kayak gini hal biasa” jawab Bahrul sambil mengelus kepala adiknya “
belum mas, masih nunggu mama , ayah sama mas pulang “ sahut Sandi polos “ kan
mas udah pulang, adek tidur yah “ seru Bahrul menyuruh adiknya Sandi tidur “ oh
yaudah Sandi tidur yah mas, besok ulangan soalnya” sahut Sandi yang kemudian
pergi tidur. Memang Bahrul sangat menyayangi adiknya Sandi yang masih berusia
10 tahun. Dia tidak ingin adiknya seperti dirinya yang selalu berbuat onar.
Sifat Sandi pun sangat bertolak belakang dengan Bahrul.
Pagi pun akhirnya tiba , sesampainya
di sekolah Bahrul betemu dengan Rika dan seketika hati Bahrul yang awalnya
emosi karena kejadian kemarin malam menjadi tenteram. Yah karena hal itu mood
Bahrul menjadi lebih baik dan berniat untuk mendekati Rika. Tapi belom ada
waktu yang tepat hingga saat pulang sekolah hujan turun dengan derasnya, saat
hujan sedikit reda Bahrul berniat pulang dan saat itu dia melihat Rika yang
menunggu angkutan umum sendirian. Bahrulpun memberhentikan sepeda motornya
tepat di depan halte Rika menunggu “ ayoo naik !! mau nunggu sampe kapan “ seru
Bahrul, seperti orang terhipnotispun Rika naik sepeda motor Honda CBR milik
Bahrul “ kok kamu mau nganterin aku, kamu Bahrul anak IPA 4 yang terkenal nakal
itu kan” tanya Rika dengan penuh selidik, “ gapapa gak tega lihat cewek
menunggu sendirian, kamu Rika anak IPA 3 kan “ jawab Bahrul sambil tetap fokus
menyetir “oalah, by the way emang kamu tau dimana rumahku?” Tanya Rika, “ yah kamu punya mulut kan buat
bilang dimana rumah kamu ” jawab Bahrul. Sungguh batin bahrul sangat bergejolak
karena yang sedang diboncengnya adalah gadis yang ia kagumi. Hingga waktupun
tak terasa sampailah mereka di depan rumah Rika, Rika pun turun dan mengucapkan
terima kasih tak lupa mereka saling bertukar nomer ponsel dengan harapan mereka
bisa melanjutkan obrolan mereka melalui telfon dan setelah itu Bahrul pamit
dengan wajah sumringah. Malam harinya Bahrul mencoba menelepon Rika dan
ternyata mendapat respon pihak Rika, saking asiknya mereka telfonan hingga
mereka lupa waktu . setelah Rika pamit tidur dan Bahrulpun sama ngantuknya seperti
Rika mereka mengakhiri telfon mereka.
Hari demi hari mereka semakin akrab,
tak jarang mereka saling sapa satu sama lain. Bahrul pun semakin berani untuk
mengajak Rika pulang bersama. Bahrul juga semakin gencar untuk medekati Rika,
dan tampak dari wajah rika jika Rika memendam rasa yang sama tetapi bahrul tak
kunjung mengungkapkan perasaannya. Hingga pada suatu hari, Bahrul telah bersiap
untuk mengungkapkan perasaannya dengan membawa bunga kesukaan Rika yaitu mawar
putih. Saat Bahrul akan menghampiri Rika tiba-tiba Putra datang mendatangi
Bahrul “ boss, Bagus dikeroyok Rian CS” tukas Putra dengan gelagapan, “ nangdi....
? “ tanya Bahrul yang mulai emosi, “ Nang perempatan cedek sekolah “ jawab
Putra “ yowes golekono Firman karo Arman, terus bareng-bareng mrono “ sahut
Bahrul dengan bijaksana. Saat Putra pergi mencari Firman dan Arman yang
dilakukan Bahrul adalah menemui sahabat Rika. Yah Tisa, Bahrul menitipkan bunga
mawar putih dan sepucuk surat yang akan diberikan pada Rika dengan harapan saat
Bahrul selesai menuntaskan masalahnya dengan Rian nanti Bahrul akan langsung
menemui Rika untuk mengungkapkan perasaannya.
Setelah Black Hole berkumpul dan
menyiapkan segala atribut tawuran yang biasa mereka bawa, Akhirnya mereka
berangkat mendatangi Rian CS dan sesampainya di tempat yang dituju disana
terlihat Bagus yang sedang dipukuli dan babak belur. Karena solidaritas antar
anggota Black Hole sangat kuat maka dengan cepat Bahrul langsung menghampiri
Bagus yang sedang terkapar dan balik membalas Rian CS. Terjadi pertarungan
hebat di tempat itu, terlalu banyak darah yang tumpah di tempat itu, miris
memang. saling pukul, saling tendang bertebaran di tempat itu. Rian CS sudah
hampir kalah karena tidak terima dengan kekalahannya dia mengambil kayu dan
berniat memukulkan kayu tersebut pada Arman tapi Bahrul yang tidak terima
segera berlari menuju Arman. Akibatnya, yang terkena pukulan tersebut ialah
Bahrul seketika Bahrul langsung terkapar ke jalan dan bersimpah darah “
Bahrul!!!!!” teriak Arman. Maka seketika Arman langsung menyerang Rian dengan penuh emosi.
Sirine polisipun berbunyi tapi keadaan tempat itu sudah sangat mengenaskan Rian
yang sekarat karena dipukuli Arman, Bahrul yang terkapar bersimbah darah, Bagus
yang wajahnya sudah babak belur karena dikeroyok terlebih dahulu, sedangkan
Firman dan Putra yang menangisi jasat Bagus dan Bahrul yang sedang terkapar.
Semua anggota Rian telah terkalahkan dan segera diringkus polisi, Bahrul dan
Bagus dibawa kerumah sakit karena terjadi pendarahan yang hebat pada mereka berdua
tim medis berusaha sekuat tenaga untuk menyelamatkan mereka. Keluarga Bahrul
datang dengan tangis haru, adik Bahrul yang menangis bertanya pada Arman “ Mas
Bahrul kenapa, mas ?” , karena tidak kuat Arman pun tidak menjawabnya yang bisa
ia lakukan hanyalah menangis. Tim dokter keluar dan mengatakan jika Bahrul
telah sadar, sungguh hal itu membuat semua yang mendengar senang. “ Mama sama
ayah dateng. Maafin aku kalo aku punya salah yah.” Kata bahrul dengan
terbata-bata, “mama sama ayah udah maafin kamu sayang, justru mama yang minta
maaf yang terlalu sibuk bekerja dan sering nggak peduliin kamu sama sandi “
jawab mamanya yang penuh dengan air mata “ Mama Bahrul kangen sama mama, sandi
juga kangen mama. Mama jagain Sandi yah jangan tinggalin dia sendirian lagi. “
sahut Bahrul yang ikut berlinang air mata. “ iya mama sama ayah janji nggak
akan ninggalin kamu sama Sandi sendirian lagi” tukas Mamanya sambil memengang
tangan Bahrul. “ Adik, kamu udah besar nggak boleh nakal, jadi anak yang pinter
buat mama sama ayah bangga, maafin mas yah ?”
tanya bahrul pada adiknya, “ kok mas minta maaf, mas Bahrul mau kemana,
jangan tinggalin Sandi mas !” jawab Sandi yang tangisannya semakin keras. “ Mas
Bahrul nggak tinggalin kamu, mas sayang sama kamu dan kamu nggak boleh nangis
!!” sahut Bahrul sambil menyeka airmata Sandi. ‘sandi nggak nangis kok, sandi akan kuat kayak
mas” tukas Sandi sambil menghapus airmatanya. “ Man, Fir, Put, Bagus endi ? “ tanya Bahrul dengan terbata-bata, “ nang ruang
sebelah, kritis keadaane” jawab Firman “ kon kabeh iku koncoku sing paling
apik, kon sing onok nang suka maupun dukaku, kon sing eroh apik elekku, Fir,
ancene kon iku sombong tapi aku eroh kesombonganmu iku gawe nutupi nek kon
kesepian, Put, ojok keseringen mikir wedok pikiren sekolahmu kon sing bakal
dadi peneruse usahane wong tuwomu, Man, kon iku konco sing paling cedek karo
aku ket SMP awakdewe bareng kon frontal tapi bijaksana kon sing mesti ngekei
saran gawe aku, sepurane rek aku duwe salah waktuku wes gak suwi maneh, uhuk...uhuk...”
celoteh Bahrul dengan disertai Batuk yang mengeluarkan darah. “ kon ngomong opo
seh rul, awakdewe seneng bareng-bareng, susah yo bareng-bareng.” Sahut Firman, “ justru aku sing njaluk
sepuro, gara-gara aku, kon sampek koyok ngono” tukas Arman yang terkesan
menyalahkan dirinya sendiri, “ kon gak salah man, oh iyo aku duwe permintaan,
Man ?” Tanya Bahrul “Permintaan apa?”
jawab Arman dengan penuh kebingungan “ tolong jupuken barang-barang sing tak
titipno nang Tisa, trus kasihno nang Rika. Sampekno maafku nang dee. Tolong
jogoen Sandi pisan anggapen dee adik-adikmu rek dadino dee lanang sing kuat
Uhuk...uhuk“ celoteh Bahrul. Batuk yang
disertai darah semakin banyak dikeluarkan Bahrul dan seketika Bahrul tidak sadarkan
diri. Ayah dan mamanyapun memanggil dokter, tim dokter masuk dan memeriksa
detak jantung Bahrul yang sudah tidak lagi berdetak. Sekuat tenaga dokter
berusaha untuk membuat jantungnya berdetak. Tapi, allah berkata lain ternyata
allah memberikan kesadaran pada Bahrul hanya untuk memberikan waktu pada Bahrul
untuk berpamitan. Sontak ruangan itu penuh dangan tangisan dan teriakan. “Mas
Bahrullll jangan tinggalin aku mas ??” celoteh sandi dengan menggoyangkan badan
kakaknya yang sudah tidak bernyawa. “Bahrul, bangun sayang maafin mama” sahut mamanya yang mengusap wajah putranya
yang terbujur kaku, “Bahrulll!!!!” teriak histeris Arman yang kehilangan,
Firman dan Putra pun menenangkan Arman dan sama bersedihnya layaknya Arman.
Disisi lain Rika yang khawatir dan
bingung karena tidak biasanya Bahrul tidak memberi kabar pada dirinya. Tapi
entah mengapa perasaanya begitu tidak enak hingga Tisa datang menemuinya dan
mengatakan bahwa Bahrul tadi mencarinya dan mengatakan ridu padanya. Dan
seketika perasaan itu berganti menjadi senang. Keesokan harinya Arman datang
menemui Rika dengan membawa mawar putih kesukaan Rika dan sepucuk surat dari
Bahrul “ Ini dari Bahrul buat kamu”.
Senyummu
yang selalu terhias dibenakku.....
Tawamu
yang membuat indah duniaku .....
Perkataanmu
yang selalu tenangkan hatiku.....
Ketahuilah
aku yang selalu menyayangimu.....
Rika
pun membaca surat itu dengan perasaan gembira. “ terus, Bahrul mana ?” tanya
Rika sambil celingukan mencari dimana keberadaan Bahrul. “sebenernya dia mau
mengungkapakan isi hatinya padamu kemarin, tapi sayang Bagus dikeroyok oleh
musuh besar kami, dia menunda permasalahan hatinya demi sebuah solidaritas.
Ditempat itu nasib naas menimpa Bahrul dia menyelamatkanku dari hantaman kayu
dan itu menyebabkan Bahrul pendarahan hebat. Awalnya dia sempat sadar tapi
dalam sekejap dia pingsan dan jantungnya berhenti berdetak. Sebelum dia
meninggal, dia menyuruhku untuk menyampaikan ini dan mengatakan maaf apabila
dia tidak bisa menemanimu dan dia sangat menyayangimu sejak awal bertemu”
dengan tabah Arman menceritakan hal itu pada Rika. Hal itu membuat Rika sangat
terkejut dan tak percaya bahwa orang yang dia sayang harus pergi
meninggalkannya sebelum masing-masing mereka mengungkapkan perasaan mereka.
Tapi sayang yang bisa Rika lakukan hanya menangis dan berkata “ antarkan aku ke
makam Bahrul “. Arman pun mengambil mobil dan mengantarkan Rika ke makam Bahrul
dan sesampainya di nisan Bahrul “ kamu jahat !!!, kamu tinggalin aku tanpa kamu
pamit. Tapi tidak apa-apa aku maafin kamu dari lubuk hatiku yag terdalam. Sulit
untuk membohongi perasaanku tapi ketahuilah aku juga menyayangimu. Bunga ini
yang ingin kau berikan padaku malah kau yang harus kuberi. bunga untuk menghias
batu nisanmu. Semoga kau tenang di alam sana dan berada di sisi-Nya, aminn”
celoteh Rika dengan penuh air mata, Arman yang melihat hal itu tak kuasa
menahan tangis. “aku janji, Aku akan jaga Sandi, nggak onok sing oleh nyentuh
atau ngelukai Sandi sedikitpun” celoteh Arman dengan mengusap nisan Bahrul.
Akhirnya Arman membangkitkan diri dan mengajak Rika kembali pulang. Dan sejak
saat itu keadaan semakin membaik Sandi tumbuh menjadi pria yang jantan dan
dewasa layaknya Bahrul. Bagus, Firman, Arman, Putra dan Rika Lulus. Bagus
memilih keliling dunia untuk mewujudkan mimpinya menjadi Seniman, Putra yang
memilih kuliah Managemen agar bisa meneruskan perusahaan orang tuanya, Firman
yang memilih jadi Atlet basket dengan mengikuti tes magang di salah satu Tim
Basket ternama di Surabaya, Arman memilih untuk pergi ke Amerika untuk
menenangkan diri dan mencari inspirasi untuk membuat lagu karena dia
bercita-cita menjadi penyanyi, sedangkan Rika dia memilih tetap di Surabaya dan
mengeluarkan Buku novel pertamanya. 5 tahun Arman kembali ke Indonesia Arman
bertemu dengan Rika dan memulai hubungan dengannya. Beberapa bulan kemudian
Arman melamar Rika dan menjadikan Rika sebagai istrinya. Firman, Putra, Bagus
dan Sandi diundang dalam acara pernikahan mereka. Setelah satu tahun menikah
mereka mendapatkan seorang putra mereka memberi nama Muhammad Bahrul Alam agar
kelak mejadi pria yang kuat, tabah dan bijaksana layaknya Alm.Bahrul yang
mereka sayangi.
**** TAMAT ****
