Jumat, 26 Oktober 2012

Darimu Untukku

Mungkin kisah ini terinspirasi oleh sosok malam yang selalu menyimpan misteri kapanpun dia datang. yah itulah yang membuatku selalu bertanya-tanya pada sosok pria itu yang layaknya malam.


Darimu dan Untukmu



Senyummu yang selalu terhias dibenakku.....
Tawamu yang membuat indah duniaku .....
Perkataanmu yang selalu tenangkan hatiku.....
Ketahuilah aku yang selalu menyayangimu.....
           
            Di suatu sudut persimpangan kota terlihat seorang pria sedang mengagumi keindahan seorang gadis. Yah sebut saja namanya Bahrul, sosok pria yang bisa dibilang sebagai boss dalam suatu geng yang angkuh, garang dan ditakuti di daerahnya. Memang dilihat dari umurnya dia memang masih muda, SMA lebih tepatnya. Dari segi wajahnya dia memang tidak tampan tapi kharisma yang dia pancarkan mampu membuat wanita manapun terpesona. Tapi sayang dia kurang sedikit peduli sekitar, dia terlahir dengan kebencian pada kedua orang tuanya. Karena terlalu sibuk dengan pekerjaan, sehingga kala mereka berada dirumah yang bisa mereka lakukan hanya bekerja dan bertengkar tanpa mempedulikan keadaan Bahrul dan seorang adiknya. Dan itulah alasan mengapa bahrul terlalu membenci keluarganya. 

            Rokok dan tawuran telah menjadi sahabat setia Bahrul. Mereka yang selalu menemani bahrul kala ia sedang gundah. Selain itu bahrul juga memiliki teman sepermainan atau anak buah dalam geng milik Bahrul. Mereka adalah Firman, Bagus, Arman, dan Putra.  Yah, mereka semua sama seperti bahrul yakni terlahir dengan masalah. Dalam hal cinta kemampuan bahrul sudah tidak diragukan lagi, kepala geng Black Hole ini sangat mudah untuk menggandeng seorang gadis untuk menjadi kekasihnya. Tapi sayang bagi bahrul semua gadis yang dikencani bahrul hanya sebagai selingan, selain itu semua gadis hanya memperhatikan kekayaan kedua orang tuanya dan fisiknya. Tapi kali ini entah mengapa bahrul terpikat pada sosok gadis yang berdiri menunggu angkutan kota untuk menuju sekolah. Entah mengapa dilihat dari penampilannya gadis ini biasa saja, tidak ada lebihnya dibanding gadis yang telah dikencani Bahrul sebelumnya. Tapi saat melihat gadis itu hati Bahrul menjadi tentram. Sesampainya ia di sekolah ia langsung menceritakan gadis itu pada gengnya.
            KRIIIIINGGGGGGGGGGGGGG!!!!!, bel sekolah pun telah dibunyikan. Seperti biasa bila tidak berbuat ulah bukan Black Hole namanya. Yah mereka membuat ricuh kelas dengan saling lempar antara Bahrul, Bagus dan Arman. Kemudian diikuti Putra, Firman dan siswa lain karena tidak terima karena lemparan. Akibatnya, suasana kelas menjadi tidak konsentrasi dalam menyerap pelajaran. Hal itu membuat guru yang mengajar jengkel dan mengeluarkan kelima anak tersebut dari kelas. Mungkin hampir semua siswa yang dikeluarkan saat proses KBM itu takut, sedih dll, Tapi tidak dengan Bahrul Cs mereka malah dengan senang hati keluar dari kelas malahan mereka mengatakan sesuatu yang membuat guru itu sesak nafas “ kenapa tidak dari tadi sih bu, saya udah ngantuk “ kata Bahrul yang kemudian nyelonong pergi meninggalkan kelas dan diikuti Csnya. Seperti biasa saat guru mengeluarkan mereka dari kelas yang dilakukan mereka ada pergi kekantin untuk sarapan, saat perjalanan dikantin dia bertemu dengan gadis yang tadi dia temui dan membuatnya terpesona “ bro, iku arek ayu sing tak critano mau“ seru Bahrul sambil menunjuk gadis yang berjalan menuju kelas XII IPA 3 , “ endi,endi?” jawab Arman sambil terkejut, “ Oalah, iku Rika arek tonggo kelase awak dewe, mosok kon gak eroh? “ jawab Firman yang menyakinkan Bahrul. “ Kok aku gak eroh yo, tapi ayu yo !!” sahut bahrul yang terlihat senang karena telah mengetahui nama gadis itu. “ ahh longor kon iku” sahut bagus sambil memukul kepala Bahrul. Karena tidak terima bahrul pun memukul kepala bagus juga dan akibatnya ketiga temannya ikut memukul kepala bagus dan berlari menuju kantin. 

            Menit demi menit, jam demi jam Bahrul lalui dengan memikirkan gadis yang bernama Rika itu hingga akhirnya jam pulang sekolah pun berbunyi. Karena dia masih penasaran dengan Rika dia mencari informasi tentang Rika. Karena latar belakang Bahrul adalah Black Hole maka dengan mudah bahrul mendapatkan informasi tentang siapa ?, Dimana?, dan Bagaimana sosok Rika itu?. Dan hal itu membuat Bahrul menjadi senang dan berniat untuk mentraktir makan teman-temannya pada malam itu. Yah Bahrul mengajak teman-temannya makan di tempat tongkrongan mereka biasanya. Di tempat itu mereka memesan makanan dan setelah mereka makan, seperti biasa  mereka menyalakan rokok dan bersenda gurau bersama saking asiknya mereka merokok mereka hingga mereka tak sadar jika asap rokok Bagus mengganggu pengunjung lain. Dan pengunjung lain merasa tidak terima “ asap rokok kalian itu mengganggu, bisa nggak kalian mematikan rokok kalian?”  sentak Rian sebagai pengunjung yang merasa terganggu tersebut “ emang ada larangan yah kalo disini dilarang merokok, toh banyak yang merokok disini” jawab Putra yang mulai emosi, “ emang nggak ada sih, tapi setidaknya kalian peduli sekitar dong “ sahut Rian yang juga mulai emosi “ arghhh...., Banyak omong” tukas Bahrul dengan jotos hangat pada wajah Rian BRUAKKKK!!!!. Sontak hal itu membuat teman-teman Rian tidak terima dan balik menyerang BahrulAkibatnya, terjadi pertengkaran antara Bahrul Cs dan Rian Cs. Karena hampir kalah Rian Cs mundur dan dengan maksud, lain hari akan menyerang Black Hole kembali dengan pasukan yang lebih banyak. Dengan senang hati Bahrul menerima tawaran Rian “ Golekono aku, Bahrul boss Geng Black Hole SMA Pelita Harapan, aku gatau wedi kapanpun iku “ tukas Bahrul sambil mengejek Rian. Karena wajah mereka babak belur maka mereka memutuskan untuk pulang kerumah masing-masing karena besok pagi mereka harus sekolah. Sesampainya Bahrul di rumah dia hanya menemui adik laki-lakinya Sandi yang menunggu kedatangannya “ mas habis tawuran lagi yah “ tanya adiknya, “ lho adek kok belum tidur ?”, “iya, mas kan cowok jadi kayak gini hal biasa”  jawab Bahrul sambil mengelus kepala adiknya “ belum mas, masih nunggu mama , ayah sama mas pulang “ sahut Sandi polos “ kan mas udah pulang, adek tidur yah “ seru Bahrul menyuruh adiknya Sandi tidur “ oh yaudah Sandi tidur yah mas, besok ulangan soalnya” sahut Sandi yang kemudian pergi tidur. Memang Bahrul sangat menyayangi adiknya Sandi yang masih berusia 10 tahun. Dia tidak ingin adiknya seperti dirinya yang selalu berbuat onar. Sifat Sandi pun sangat bertolak belakang dengan Bahrul. 

            Pagi pun akhirnya tiba , sesampainya di sekolah Bahrul betemu dengan Rika dan seketika hati Bahrul yang awalnya emosi karena kejadian kemarin malam menjadi tenteram. Yah karena hal itu mood Bahrul menjadi lebih baik dan berniat untuk mendekati Rika. Tapi belom ada waktu yang tepat hingga saat pulang sekolah hujan turun dengan derasnya, saat hujan sedikit reda Bahrul berniat pulang dan saat itu dia melihat Rika yang menunggu angkutan umum sendirian. Bahrulpun memberhentikan sepeda motornya tepat di depan halte Rika menunggu “ ayoo naik !! mau nunggu sampe kapan “ seru Bahrul, seperti orang terhipnotispun Rika naik sepeda motor Honda CBR milik Bahrul “ kok kamu mau nganterin aku, kamu Bahrul anak IPA 4 yang terkenal nakal itu kan” tanya Rika dengan penuh selidik, “ gapapa gak tega lihat cewek menunggu sendirian, kamu Rika anak IPA 3 kan “ jawab Bahrul sambil tetap fokus menyetir “oalah, by the way emang kamu tau dimana rumahku?”  Tanya Rika, “ yah kamu punya mulut kan buat bilang dimana rumah kamu ” jawab Bahrul. Sungguh batin bahrul sangat bergejolak karena yang sedang diboncengnya adalah gadis yang ia kagumi. Hingga waktupun tak terasa sampailah mereka di depan rumah Rika, Rika pun turun dan mengucapkan terima kasih tak lupa mereka saling bertukar nomer ponsel dengan harapan mereka bisa melanjutkan obrolan mereka melalui telfon dan setelah itu Bahrul pamit dengan wajah sumringah. Malam harinya Bahrul mencoba menelepon Rika dan ternyata mendapat respon pihak Rika, saking asiknya mereka telfonan hingga mereka lupa waktu . setelah Rika pamit tidur dan Bahrulpun sama ngantuknya seperti Rika mereka mengakhiri telfon mereka.

            Hari demi hari mereka semakin akrab, tak jarang mereka saling sapa satu sama lain. Bahrul pun semakin berani untuk mengajak Rika pulang bersama. Bahrul juga semakin gencar untuk medekati Rika, dan tampak dari wajah rika jika Rika memendam rasa yang sama tetapi bahrul tak kunjung mengungkapkan perasaannya. Hingga pada suatu hari, Bahrul telah bersiap untuk mengungkapkan perasaannya dengan membawa bunga kesukaan Rika yaitu mawar putih. Saat Bahrul akan menghampiri Rika tiba-tiba Putra datang mendatangi Bahrul “ boss, Bagus dikeroyok Rian CS” tukas Putra dengan gelagapan, “ nangdi.... ? “ tanya Bahrul yang mulai emosi, “ Nang perempatan cedek sekolah “ jawab Putra “ yowes golekono Firman karo Arman, terus bareng-bareng mrono “ sahut Bahrul dengan bijaksana. Saat Putra pergi mencari Firman dan Arman yang dilakukan Bahrul adalah menemui sahabat Rika. Yah Tisa, Bahrul menitipkan bunga mawar putih dan sepucuk surat yang akan diberikan pada Rika dengan harapan saat Bahrul selesai menuntaskan masalahnya dengan Rian nanti Bahrul akan langsung menemui Rika untuk mengungkapkan perasaannya.

            Setelah Black Hole berkumpul dan menyiapkan segala atribut tawuran yang biasa mereka bawa, Akhirnya mereka berangkat mendatangi Rian CS dan sesampainya di tempat yang dituju disana terlihat Bagus yang sedang dipukuli dan babak belur. Karena solidaritas antar anggota Black Hole sangat kuat maka dengan cepat Bahrul langsung menghampiri Bagus yang sedang terkapar dan balik membalas Rian CS. Terjadi pertarungan hebat di tempat itu, terlalu banyak darah yang tumpah di tempat itu, miris memang. saling pukul, saling tendang bertebaran di tempat itu. Rian CS sudah hampir kalah karena tidak terima dengan kekalahannya dia mengambil kayu dan berniat memukulkan kayu tersebut pada Arman tapi Bahrul yang tidak terima segera berlari menuju Arman. Akibatnya, yang terkena pukulan tersebut ialah Bahrul seketika Bahrul langsung terkapar ke jalan dan bersimpah darah “ Bahrul!!!!!” teriak Arman. Maka seketika Arman  langsung menyerang Rian dengan penuh emosi. Sirine polisipun berbunyi tapi keadaan tempat itu sudah sangat mengenaskan Rian yang sekarat karena dipukuli Arman, Bahrul yang terkapar bersimbah darah, Bagus yang wajahnya sudah babak belur karena dikeroyok terlebih dahulu, sedangkan Firman dan Putra yang menangisi jasat Bagus dan Bahrul yang sedang terkapar. Semua anggota Rian telah terkalahkan dan segera diringkus polisi, Bahrul dan Bagus dibawa kerumah sakit karena terjadi pendarahan yang hebat pada mereka berdua tim medis berusaha sekuat tenaga untuk menyelamatkan mereka. Keluarga Bahrul datang dengan tangis haru, adik Bahrul yang menangis bertanya pada Arman “ Mas Bahrul kenapa, mas ?” , karena tidak kuat Arman pun tidak menjawabnya yang bisa ia lakukan hanyalah menangis. Tim dokter keluar dan mengatakan jika Bahrul telah sadar, sungguh hal itu membuat semua yang mendengar senang. “ Mama sama ayah dateng. Maafin aku kalo aku punya salah yah.” Kata bahrul dengan terbata-bata, “mama sama ayah udah maafin kamu sayang, justru mama yang minta maaf yang terlalu sibuk bekerja dan sering nggak peduliin kamu sama sandi “ jawab mamanya yang penuh dengan air mata “ Mama Bahrul kangen sama mama, sandi juga kangen mama. Mama jagain Sandi yah jangan tinggalin dia sendirian lagi. “ sahut Bahrul yang ikut berlinang air mata. “ iya mama sama ayah janji nggak akan ninggalin kamu sama Sandi sendirian lagi” tukas Mamanya sambil memengang tangan Bahrul. “ Adik, kamu udah besar nggak boleh nakal, jadi anak yang pinter buat mama sama ayah bangga, maafin mas yah ?”  tanya bahrul pada adiknya, “ kok mas minta maaf, mas Bahrul mau kemana, jangan tinggalin Sandi mas !” jawab Sandi yang tangisannya semakin keras. “ Mas Bahrul nggak tinggalin kamu, mas sayang sama kamu dan kamu nggak boleh nangis !!” sahut Bahrul sambil menyeka airmata Sandi.  ‘sandi nggak nangis kok, sandi akan kuat kayak mas” tukas Sandi sambil menghapus airmatanya. “ Man, Fir, Put, Bagus endi ? “  tanya Bahrul dengan terbata-bata, “ nang ruang sebelah, kritis keadaane” jawab Firman “ kon kabeh iku koncoku sing paling apik, kon sing onok nang suka maupun dukaku, kon sing eroh apik elekku, Fir, ancene kon iku sombong tapi aku eroh kesombonganmu iku gawe nutupi nek kon kesepian, Put, ojok keseringen mikir wedok pikiren sekolahmu kon sing bakal dadi peneruse usahane wong tuwomu, Man, kon iku konco sing paling cedek karo aku ket SMP awakdewe bareng kon frontal tapi bijaksana kon sing mesti ngekei saran gawe aku, sepurane rek aku duwe salah waktuku wes gak suwi maneh, uhuk...uhuk...” celoteh Bahrul dengan disertai Batuk yang mengeluarkan darah. “ kon ngomong opo seh rul, awakdewe seneng bareng-bareng, susah yo bareng-bareng.”  Sahut Firman, “ justru aku sing njaluk sepuro, gara-gara aku, kon sampek koyok ngono” tukas Arman yang terkesan menyalahkan dirinya sendiri, “ kon gak salah man, oh iyo aku duwe permintaan, Man ?”  Tanya Bahrul “Permintaan apa?” jawab Arman dengan penuh kebingungan “ tolong jupuken barang-barang sing tak titipno nang Tisa, trus kasihno nang Rika. Sampekno maafku nang dee. Tolong jogoen Sandi pisan anggapen dee adik-adikmu rek dadino dee lanang sing kuat Uhuk...uhuk“  celoteh Bahrul. Batuk yang disertai darah semakin banyak dikeluarkan Bahrul dan seketika Bahrul tidak sadarkan diri. Ayah dan mamanyapun memanggil dokter, tim dokter masuk dan memeriksa detak jantung Bahrul yang sudah tidak lagi berdetak. Sekuat tenaga dokter berusaha untuk membuat jantungnya berdetak. Tapi, allah berkata lain ternyata allah memberikan kesadaran pada Bahrul hanya untuk memberikan waktu pada Bahrul untuk berpamitan. Sontak ruangan itu penuh dangan tangisan dan teriakan. “Mas Bahrullll jangan tinggalin aku mas ??” celoteh sandi dengan menggoyangkan badan kakaknya yang sudah tidak bernyawa. “Bahrul, bangun sayang maafin mama”  sahut mamanya yang mengusap wajah putranya yang terbujur kaku, “Bahrulll!!!!” teriak histeris Arman yang kehilangan, Firman dan Putra pun menenangkan Arman dan sama bersedihnya layaknya Arman.
            
           Disisi lain Rika yang khawatir dan bingung karena tidak biasanya Bahrul tidak memberi kabar pada dirinya. Tapi entah mengapa perasaanya begitu tidak enak hingga Tisa datang menemuinya dan mengatakan bahwa Bahrul tadi mencarinya dan mengatakan ridu padanya. Dan seketika perasaan itu berganti menjadi senang. Keesokan harinya Arman datang menemui Rika dengan membawa mawar putih kesukaan Rika dan sepucuk surat dari Bahrul “ Ini dari Bahrul buat kamu”.  

Senyummu yang selalu terhias dibenakku.....
Tawamu yang membuat indah duniaku .....
Perkataanmu yang selalu tenangkan hatiku.....
Ketahuilah aku yang selalu menyayangimu.....

            Rika pun membaca surat itu dengan perasaan gembira. “ terus, Bahrul mana ?” tanya Rika sambil celingukan mencari dimana keberadaan Bahrul. “sebenernya dia mau mengungkapakan isi hatinya padamu kemarin, tapi sayang Bagus dikeroyok oleh musuh besar kami, dia menunda permasalahan hatinya demi sebuah solidaritas. Ditempat itu nasib naas menimpa Bahrul dia menyelamatkanku dari hantaman kayu dan itu menyebabkan Bahrul pendarahan hebat. Awalnya dia sempat sadar tapi dalam sekejap dia pingsan dan jantungnya berhenti berdetak. Sebelum dia meninggal, dia menyuruhku untuk menyampaikan ini dan mengatakan maaf apabila dia tidak bisa menemanimu dan dia sangat menyayangimu sejak awal bertemu” dengan tabah Arman menceritakan hal itu pada Rika. Hal itu membuat Rika sangat terkejut dan tak percaya bahwa orang yang dia sayang harus pergi meninggalkannya sebelum masing-masing mereka mengungkapkan perasaan mereka. Tapi sayang yang bisa Rika lakukan hanya menangis dan berkata “ antarkan aku ke makam Bahrul “. Arman pun mengambil mobil dan mengantarkan Rika ke makam Bahrul dan sesampainya di nisan Bahrul “ kamu jahat !!!, kamu tinggalin aku tanpa kamu pamit. Tapi tidak apa-apa aku maafin kamu dari lubuk hatiku yag terdalam. Sulit untuk membohongi perasaanku tapi ketahuilah aku juga menyayangimu. Bunga ini yang ingin kau berikan padaku malah kau yang harus kuberi. bunga untuk menghias batu nisanmu. Semoga kau tenang di alam sana dan berada di sisi-Nya, aminn” celoteh Rika dengan penuh air mata, Arman yang melihat hal itu tak kuasa menahan tangis. “aku janji, Aku akan jaga Sandi, nggak onok sing oleh nyentuh atau ngelukai Sandi sedikitpun” celoteh Arman dengan mengusap nisan Bahrul. Akhirnya Arman membangkitkan diri dan mengajak Rika kembali pulang. Dan sejak saat itu keadaan semakin membaik Sandi tumbuh menjadi pria yang jantan dan dewasa layaknya Bahrul. Bagus, Firman, Arman, Putra dan Rika Lulus. Bagus memilih keliling dunia untuk mewujudkan mimpinya menjadi Seniman, Putra yang memilih kuliah Managemen agar bisa meneruskan perusahaan orang tuanya, Firman yang memilih jadi Atlet basket dengan mengikuti tes magang di salah satu Tim Basket ternama di Surabaya, Arman memilih untuk pergi ke Amerika untuk menenangkan diri dan mencari inspirasi untuk membuat lagu karena dia bercita-cita menjadi penyanyi, sedangkan Rika dia memilih tetap di Surabaya dan mengeluarkan Buku novel pertamanya. 5 tahun Arman kembali ke Indonesia Arman bertemu dengan Rika dan memulai hubungan dengannya. Beberapa bulan kemudian Arman melamar Rika dan menjadikan Rika sebagai istrinya. Firman, Putra, Bagus dan Sandi diundang dalam acara pernikahan mereka. Setelah satu tahun menikah mereka mendapatkan seorang putra mereka memberi nama Muhammad Bahrul Alam agar kelak mejadi pria yang kuat, tabah dan bijaksana layaknya Alm.Bahrul yang mereka sayangi.







**** TAMAT ****