Sabtu, 09 Maret 2013

Menunggumu, Aku Tak Apa


Menangis karena kesepian. Berhenti karena kesalahan dan menjadi murung karena penderitaan. Hanya mampu merasakan dan sulit untuk mengungkapkan. Yah sebut saja Rosa. Si pemikir yang melukis harinya dengan senyuman walaupun hidup dalam penantian. Menanti memang hal yang paling membosankan apalagi untuk sekedar menunggu kesadaran. Mengusap air matapun mungkin telah menjadi kebiasaan, satu yang mungkin hadir dipikirannya “ Biarkan kutunggu pada dirinya hadir sebuah kesadaran “.
“ Ma, kala aku telah lelah menitihkan air mata haruskah aku bertahan ?. Ma, kala dia pergi haruskah aku menanti?. Bukankah itu menjenuhkan?.” Ungkap Rosa dengan cucuran airmata pada pangkuan ibunya. Memang semenjak ayahnya pergi meninggalkan ibunya, ibunya seakan berhenti bicara maka kala saat Rosa bercerita ibunya hanya mampu memberikan belaian penuh kasih ke kepala Rosa. “ Ma, andaikan hangatnya tanganmu itu sama seperti perilakunya padaku sekarang. Ma, taukah kau bahwa aku kehilangan, yah kehilangan  sebuah kata sapaan dan pertanyaan yang selalu membuatku merasa berharga. Ma, taukah kau aku hanya ingin mengatakan aku merindukannya. ” ucapnya dengan deraian air mata yang semakin menjadi. Mendengar itu ibunya hanya mampu meneteskan airmata tanpa mampu memberi saran. Suasana itupun terlarut hingga akhirnya Rosa tertidur di pangkuan ibunya.
Keesokan harinya setiba ia disekolah seperti biasa, dia hiasi harinya dengan candaan walaupun yang sebenarnya dia sedang mengharapkan sebuah kesadaran. Yah Daryl adalah nama kekasih Rosa. Sudah 1 tahun lebih mereka berpacaran, mungkin dalam pacaran konflik sering terjadi tapi yang dihadapi Rosa kali ini adalah konflik hati Rosa yang dibuat bimbang akan keasingan Daryl. Mungkin lebih tepatnya Rosa kehilangan perhatian Daryl yang selalu menghiasi harinya, yang mampu membuat Rosa merasa bahwa dirinya berharga. Yah, sudah dua hari ini Daryl tidak menghubunginya tapi dengan sabarnya Rosa tetap menunggu Daryl, menunggu hingga malam untuk sekedar menanti kabar dari Daryl meskipun itu nihil adanya. Dalam senyuman Rosa selalu tersembunyi goresan tanya dihatinya “ Dimanakah kamu? Sibukkah kamu? Hingga untuk sekedar menyapaku saja kamu lupa?” namun dengan sekejap  hilang karena selalu ada malaikat yang mampu menghapus pikiran jelek itu dan menggantikannya dengan pikiran baik “ mungkin dia sibuk belajar, semangat yah sayangku J” ungkapnya dalam hati dan seketika memberi aksen senyum pada wajah murungnya. Memang usia Daryl terpaut satu tahun lebih tua dibanding Rosa. Yah kini Rosa duduk dibangku kelas 2 SMA maka dengan otomatis Daryl duduk dibangku kelas 3 SMA. Tahun ini akan menjadi tahun yang berat untuk Daryl, yah ini adalah tahun penentuan langkah menuju masa depan baginya. Sebagai kekasih, ia hanya mampu memberikan support agar sang pujaanya senantiasa bersemangat mengejar mimpinya. Ia pun selalu berusah berpikir positif demi tercapainya mimpi Daryl meskipun kata hati tak mengizinkan. Sungguh menyesakkan bila harus berusaha nyaman walaupun sebenarnya sangat menyedihkan. Berdekatan dengan hari kasih sayang, lebih tepatnya 2 hari sebelum hari kasih sayang masa hubungan mereka akan memasuki 1,5 tahun dan hal itu memancing ide Rosa untuk membuat sesuatu yang spesial di hari jadinya . Rosa pun bercerita pada sahabatnya Rahma tentang niatnya yang akan membuat sebuah karya dimana menceritakan hubungan mereka selama 1,5 tahun mulai awal kenal hingga akhirnya mereka bisa berpacaran. Awalnya mendengar hal itu respon Rahma bagus tapi setelah Rosa mengatakan bahwa dia sendiri yang akan mengantarkannya ke sekolahnya respon Rahma menjadi seketika khawatir.
“ Apa kamu yakin akan mengantarkannya kesana, bukankah itu terlalu jauh  untukmu?” tanya Rahma dengan rasa khawatir.
“ Tekadku kuat kok, toh saat nanti usia kita 2 tahun aku sudah tidak bisa seperti ni karena sudah menjadi mahasiswa”  jawabnya dengan semangat
“ Tidakkah kamu malu bila kamu harus berhadapan dengan temannya ? ” tanya Rahma kembali dengan masih khawatir.
“ Peduli apa aku dengan temannya toh yang menjadi pujaanku itu Daryl bukan para temannya “ jawab Rosa dengan mempertahankan tekad.
“ Iya aku mengerti tapi apa kau tidak malu? “ tanya Rahma dengan masih pada rasa khawatir
“ Semoga saja tidak, kalaupun aku malu setidaknya aku masih punya tangan untuk menutupi wajahku hahaha” jawab Rosa dengan diselingi guyonan
“ Baiklah tekadmu memang keras, kuberi kau semangat agar terselesaikan dan kamupun puas” jawab Rahma dan seakan masih mengganjal dihatinya.
Dengan sekuat tenaga Rosa mempersembahkan yang terbaik. Senang,sedih,haru, bahakan semua perasaan ia tumpahkan pada karya ini. Tak seorangpun dibiarkan untuk sekedar bersaran karena dia hanya ingin bahwa ini semua adalah seratus persen hasil jerih payahnya. Hingga waktu yang ditunggupun tiba. Yah, 12 Februari 2011 adalah hari yang sangat ditunggu-tunggu oleh Rosa. Karena waktu yang ia kumpulkan memang terhitung cukup singkat maka ia tak sempat untuk menjilid karyanya. Maka saat ia pulang sekolah, ia segera bergegas menuju kios yang membuka jasa penjilidan terdekat karena ia sangat terburu-buru maka ia tak sem;at berpikir metode jilid yang pas untuk karyanya. Meskipun terlihat sederhana, tapi torehan yang ia kerjakan selama ini sangatlah terlihat manis dipandang  mata. Setelah hasil jilidan berada ditangan Rosa maka dengan mengendarai sepeda motornya Yamaha Mio, dia langsung tancap gas menuju sekolah Daryl bersama sahabat terkasihnya Rahma. Dari sekolah Rosa, sekolah Daryl memang terbilang sangat jauh dan karena terlalu panjangnya jalan yang mereka tempuh maka tak ayal mereka berdua dibuat sangat kelelahan tapi dengan berlandaskan sebuah tekad yang besar seakan Rosa menghapukan rasa lelahnya. Sesampainya disekolah Daryl ia melihat suasana sekolah yang cukup sepi tersirat sejuta perasaan takut dihatinya “ apakah dia sudah pulang yah?” dan dengan inisiatif dari Rahma, iapun mengirim pesan untuk Daryl “ Sayang, kamu sudah pulang ?”. “belum kok kenapa sayang ?” jawab Daryl, maka melihat hal itu seketika hati Rosa pun tenang kemudian “Aku diluar sekolahmu lho J, keluar dong ada yang mau aku kasih buat kamu” pinta Rosa dengan menunjukkan wajah Rahma. Menit demi menit, jam demi jam mereka menunggu Daryl. Terlihat wajah Rosa yang sudah mulai lesu karena kelelahan.
“ Wajahmu ? Apa kamu lelah? “ Tanya Rahma dengan khawatir.
“ Aku tak apa, mungkin aku hanya kurang makan. masih lebih lelah Daryl kok “  Jawab Rosa seraya menghibur kejenuhan.
“ Kenapa kau mau menunggu ?, apa kau yakin Daryl akan keluar ? “ Tanya Rahma dengan penuh keraguan
“ Jelas itu konyol, entahlah mungkin karena Daryl itu seperti kaki yang selalu membuatku bisa berdiri saat aku jatuh jadi aku ingin menunjukkan bahwa demi dirinya aku mampu berdiri selama ini tanpa takut terjatuh. Mengapa kau ragu ? “ Jawab Rosa yang lagi-lagi penuh rasa bijaksana
“ Entahlah, buktinya selama ini Daryl tak kunjung menampakkan batang hidung. Mataharipun akan tenggelam, aku takut kau terlalu larut saat tiba dirumah nanti, aku takut ibumu khawatir dengamu.”
Hingga beberapa saat kemudian Daryl mengirim pesan “ Oh iya, tapi aku lagi dirumah temen, kalo harus kembali ke sekolah jauh, gimana kalo kamu ke kafe Minds nanti aku kesana deh. “. Entah mengapa saat Rosa membaca pesan itu airmatanya seakan tergelincir dan membasahi layar ponselnya maka hal itupun membuat Rahma bingung melihatnya.
“ Apa kakimu hilang ?” tanya Rahma dengan rasa bingung.
“ Entahlah kakiku serasa patah “ jawabnya dengan mata berkaca-kaca.
“ Ada apa dengannya ? “ Tanya Rahma dengan penuh keanehan.
“ Pondasi kakiku kini sudah kuat tapi entah mengapa kaki ini seperti tergores, memang kecil tapi itu sangat menyakitkan.” Ucapnya yang mulai diselingi airmata.
“ Dia tidak ada? Dia pulang atau bagaimana” tanya Rahma dengan penuh selidik.
  Ya, dia berada di tempat lain tak jauh dari sini. “ jawab Rosa menjelaskan.
“ Lalu mengapa kau begitu bersedih “ tanya Rahma yang mulai terpancing.
“ Entahlah aku ada tapi seperti tidak ada. aku seperti batu yang tidak dipedulikan, aku seperti tidak dihargai, bahkan untuk sekedar menanyakan keadaanku saja dia tidak. Ini memang salahku dengan tidak memberitahukannya tapi salahkah aku bila aku hanya ingin memberinya ini sebagai tanda bahwa meskipun dia sibuk dan tak menghubungiku aku akan selalu memberinya suatu tempat dihatiku yang terdalam.”  Ucap Rosa yang tak kuasa menahan lelehan air mata.
“ aku mengerti apa yang kau rasakan, aku tau kau sangat kecewa, lalu akan kau apakan buku ini.” Sahut Rahma dengan memeluk Rosa yang menangis
“ Entahlah yang pasti aku hanya lelah, ayo kita pulang” ajak Rosa dengan berusaha menghapus air mata dan dengan sekuat tenaga ia berusaha mengedarai motornya.
Diperjalanan Rosa selalu berusaha tabah dan menahan airmatanya agar tidak leleh. Hingga sesampainya ia mengantarkan Rahma pulang Rosa seperti tidak bisa menahan emosinya. Mencoba tegar tapi apa daya airmata selalu deras mengucur dan karena emosinya hingga dia tidak sadarkan bahwa didepannya ada seorang anak yang ingin menyebrang. Rosa pun mengerem dan akibatnya ia terjatuh. Rosa seakan melupakan rasa sakitnya dan segera meloloskan diri agar segera pulang. Dan sesampainya dirumah, iapun bergegas menemui ibunya untuk segera menceritakan.
“ Ma, kenalkah kamu pada sosok Daryl. Yah dialah yang selama ini menjadi penghias kanvasku, yang menjadi kakiku yang membantu menopang tubuhku untuk kembali berdiri, yang mengenalkanku pada dunia pada setiap langkah yang ia tunjukkan. Dia diciptakan dengan beribu keindahan tapi kini  tuhan kenalkanku pada sebuah kebodohan” Ucap rosa pada ibunya dengan bercampur air mata. Namun ibunya hanya mampu memberi belaian hangat di kepalanya.
“ Ma, ceritakan padaku bagaimana rasanya menunggu!. Ma, ceritakan padaku bagaimana rasanya ketika tidak dihargai!. Ma, ceritakan padaku bagaimana cara mengalah !, Ma aku lelah......!!!!” teriak Rosa pada ibunya dengan tangis yang sudah tak mampu tertahankan. Ibunya hanya mampu menangis dan memeluknya.
 “ Ma, bagaimana rasanya merindukan tapi diacuhkan ?.  Bagaimana rasanya berbicara tapi dibiarkan?. Ma, mengapa ini terlihat begitu menyedihkan dan menyakitkan. Ma, ceritakan!!!!!” ucap Rosa dengan isapan tangisan yang terlihat sangat memilukan.
“ Ma, aku mencintainya. Salahkah aku bila merindukannya ?, salahkah aku bila aku hanya ingin mengucapkannya ?, salahkah aku bila aku datang untuk sekedar memberi hadiahku padanya?. Ma, salahkah aku bila aku hanya ingin menunjukkan bahwa dengan kakinya aku bisa berdiri dan hadapi dunia walau tanpa dia ?. Ma, salahkah aku bila ingin mengatakan bahwa aku bisa membiarkan dia fokus walapun kala menunggu itu sangat terdengar menyesakkan aku ?, Maaaaaaa, aku terlalu letih untuk merasakan ini sendirian, aku terlalu merasa kesepian kala merasa bosan. Maaaaaaaaaaaa aku menyerah !!!!!!! “ Ucap Rosa dengan tangis histeris.
“Nakkkkkk!!!!! Sadarlah cinta adalah bukanlah sebuah kebahagiaan, cinta itu adalah seberapa dalam kamu mampu berkorban untuk cinta itu walu itu menyakitkan. Berhentilah kamu untuk menyalahkan diri sendiri.” Sahut ibunya yang dengan ajaibnya mau berbicara meskipun diselingi tangisan.
“ mama...?, lalu kenapa mama diam kala ayah pergi meninggalkan mama untuk wanita lain ? “ Tanya Rosa yang masih dengan keadaan yang pilu.
“ Nakkk, mama hanya berusaha menikamati sisa hidup ini bersama kamu, mama diam karena mama tidak mau melihat kamu seperti mama. Mama tidak mau kamu merasakan rasa sakit seperti mama. Nakk, sabar itu ketika kamu mau mengalah terhadap egomu sehingga kamu tak ragu menunggu walaupun itu membosankan. Bukan kamu yang salah, tapi keadaannya lah yang sedang tidak memihak, waktu seakan tidak sedang selaras dengan jiwa. Berusahalah berdiri di posisinya yang serba sulit. Hentikan tangisanmu ini dan rubahlah tangis penderitaan itu sebagai tangisan doa dengan namanya sebagai sebuah puncak doa yang kau sebut, dan yakinlah bahwa dialah yang akan selalu menjadi kakimu untuk senantiasa menuntunmu ke arah kebaikan.” Jelas Ibunya dengan menghapus air mata Rosa.
“ Jadi aku harus apa, menunggunya ? membiarkannya, atau mendoakannya ?” tanya Rosa yang masih terlihat bingung.
“ Sebagai seorang wanitanya patutnya kau harus tetap selalu berada di sisinya untuk senantiasa menyemangati dan mendoakannya agar menuju gerbang kesuksesan. Senantiasa menunggunya kala dia sedang sibuk berkutat dengan kesibukannya. Membiarkannya fokus tanpa memiliki rasa atau sifat ingin selalu diperhatikan dan identik sebagai penganggu. ” Tukas Ibunya yang seraya memberi ketentraman hati pada Rosa.
“ Aku mengerti, terimakasih karena kau mamu berbicara. Sesungguhnya aku telah merindukan hal ini. Kala tubuhku lelah aku hanya ingin mendengar suaramu untuk sekedar menentramkan hatiku, sekali lagi terima kasih.” Ucap Rosa yang kemudian mencium kening ibunya.
Keesokan harinya kala Rosa sedang termenung, Rahma pun datang dan bertanya tentang keadaanya saat ini setelah apa yang terjadi kemarin padanya.
“ Apakah hatimu masih menangis ? Apa dia sudah meminta maaf ?” tanya Rahma yang seolah sedang mengintrogasi.
“ Minta maaf? Untuk apa? Tidak ada yang harus dimaafkan atau memaaafkan toh ini memang tuhan yang tidak izinkan. Menangis? Setidaknya tidak seprti kemarin mungkin kini tangisanku telah berganti menjadi panjatan doa agar Daryl senantiasa diberi berkah dan dibukakan pintu kesuksesan untuk ujiannya. “  Jawab Rosa dengan penuh rasa bijaksana.
“ Lalu kadomu?, Akankah kau akan menunggu hingga 2 bulan kedepan ?” Tanya Rahma kembali.
“ Lebih baik kusimpan dan akan kuberikan bila Daryl sedang tidak sibuk, mungkin untuk saat ini sulit tapi aku akan berusaha menunggunya dengan sabarku, biarkan aku menunggunya hingga pada dirinya hadir sebuah kesadaran. Toh ini untuk mimpi kita, aku tak ingin menjadi perusak mimpinya. “ Jawab Rosa dengan senyum manis menghiasi wajahnya.
Kriiiiiinggg, bel tanda berakhirnya istirahat pun berbunyi. Rosa dan Rahma pun kembali berkutat pada aktivitas mereka. Menit demi menit, jam demi jam, haridemi hari, minggu demi minggu hingga tak terasa suasana Ujian Daryl sedang berlangsung, maka Sebagai kekasih Rosa hanya mampu mendoakannya dari balik tirai rumahnya.
“Daryl kusampaikan ini melalui angin, kubiarkan kamu untuk melakukan segala tindakan di hidupmu, kubiarkan kamu tidak menghubungiku, karena itu hak kamu. Satu hakku yakni mendokan kamu yang terbaik demi kesuksesan hidupmu. Daryl, pernah sempat terpikir olehku apa kamu malu memilikiku?. Tapi sudahlah itu sekedar pikiran setan yang sekedar numpang lewat. Semoga kau bisa selesaikan semua soal itu, tetap semangat karena doaku menyrtaimu” ucap Rosa dalam hati.
Ujianpun berakhir dan rasa yang muncul bukanlah tentang betapa sulitnya soal tapi seberapa baguskah hasilnya?. Sebulan setelah itu hasilpun keluar dan benar saja hasilnya benar-benar memuaskan, rata-rata nilainya sembilan. Dan setelah Daryl kini adalah giliran Rosa untuk melakukan ujian. Seperti melakukan sebuah janji hasil yang mereka dapatkan benar-benar sangat memuaskan. Beberapa minggu kemudian Daryl berencana mengikuti sebuah tes masuk Perguruan Tinggi Negeri di Surabaya dan Rosa diminta Daryl untuk menemaninya. Dan benar saja seperti mendapat Jackpot, Daryl diterima sebagai mahasiswa di Universitas tersebut.dan Rosa pun memberikan selamat pada Daryl dan dari situ pula Rosa seakan ingin meluruskan semua yang ada.
“ Setelah semua yang kulalui kusadari beberapa hal. Pertama, badai pasti berlalu. Kedua, Aku dan kesibukanku, Kamu dan kesibukanmu. Itu yang terkadang membuat kita lupa akan sebuah hubungan yang telah terbentang dihati kita. Kerenggangan yang ada bukan menjadi sebuah kerapuhan melainkan menjadi sebuah kekuatan diantara kita. Tapi tak apa tak selamanya hubungan jarak jauh selalu berakhir dengan kesedihan. Aku percaya tuhan telah mengatur semua pada takdirnya jadi aku tak akan menuntut lebih. Toh aku dan Daryl sama-sama dewasa dan tau mana yang terbaik untuk kita. Bukan sekedar 1 atau 2 bulan kita telah bersama tapi telah menginjak 2 tahun kurang, jadi bila untuk hal begini saja kita berpisah kenapa harus menunggu 2 tahun terlebih dahulu. Cinta kami berlandaskan dari sebuah rasa percaya jadi semua akan indah bila kita saling mengerti. Daryl aku mencintaimu sekarang, bukan kemarin tapi tak lebih besar dibanding besok.” Ucap Rosa dengan begitu mantab.
“ Rosa taukah kamu kala aku sedang sibuk kamu adalah orang pertama yang selalu kuingat, maka dari itu aku tak menyia-nyiakan ini untuk tak mengajakmu, maafkan aku yang sudah mengacuhkanmu dan terima kasih telah mau menungguku walau ku tau itu sangat menyakitkan. Dan satu lagi akupun juga menyayangimu dengan segenap jiwaku” Jawab Daryl yang seakan menentramkan hati Rosa.

Minggu, 06 Januari 2013

Kamu Bilang Itu Karena Aku


Awalnya, kutemui dia tanpa ada rasa apapun yang ada hanya keasingan. Kini dia yang menjadi pewarna dalam kanvas hidupku, dia yang temani hariku dan dia yang menyayangiku dan akupun sebaliknya.
Yah kenalkan namaku Intan, ini kisahku tentang ketidaksengajaanku kala aku bertemu dia. Dia bernama Satya, sosok idaman semua kaum hawa, sosok rupawan dan dewasa. Saat itu ketika pondok pesantrenku Amanatul Ummah mengadakan wisuda, dan disitulah salah satu adik kelasku berkata bahwa ada seseorang yang mencariku dan katanya dia mengenalku dia sering dikenal dengan sebutan “Bang Satya”. Awalnya sempat asing dan setelah acara inti selesai salah satu panitia memanggilku dan berkata “eh kamu dipanggil sama temenku lho !, itu anaknya disitu “, “sapa mas?” jawabku, “itu bang Satya”. Dan setelah kutemui dia yang terbersit hanya rasa kagum karena sosok rupawannya. Dan ternyata dia memanggilku hanya untuk mengatakan bahwa “kita adalah tetangga” kita pun juga akan saling berjanji untuk saling mampir kerumah.
Setelah kutemui dia, hubungan kita pun semakin akrab tapi sayang dari pertemuan yang singkat itu timbul penyesalan karena tidak kudapatkan nomer handphone yang bisa kuhubungi. Karena pertemuan yang singkat itu teman-temankupun memberi sambutan yang hebat seperti “hebat banget kamu kalo kamu bisa jadi pacar anak itu. Udah cakep, baik pula jarang ada cowok yang kayak gitu.”. setelah kejadian itu ternyata dia tidak ingkar janji beberapa hari kemudian dia berkunjung kerumahku. Karena pada saat itu aku masih jelek jadi aku tidak berani untuk menemui dia so, kusuruh adikku untuk menemui dia dan tak lupa ku suruh dia untuk membawa handphone dengan pikiran aku bisa mendapatkan nomer handphone bang Satya. Saat adikku keluar aku hanya bisa mengintip dari jendela dan ternyata adikku berhasil mendapatkan nomer handphone bang Satya. Setelah adikku kembali kutanya pada adikku tentang alasan “kenapa bang Satya main kerumah?” dan betapa kagetnya aku bahwa alasan dia berkunjung adalah aku. Setelah kuminta nomernya maka ku kirim sms padanya dengan tulisan “kakak”. Dan ternyata responnya baik lho.
Hari demi hari kita lalui hingga aku mencetuskan bahwa aku ingin jika dia menjadi kakakku dan dia menyanggupinya. Sungguh, betapa senangnya aku memiliki kakak seperti bang Satya. Kami selalu saling mengingatkan satu sama lain. Dia sempat bertanya padaku tentang alasanku “mengapa aku memilih dia sebagai kakakku? “ dia juga bertanya “apa kamu yakin atas pilihanmu bahwa aku akan sanggup menjadi kakak yang baik untukmu ?”. Sungguh, betapa kagumnya aku pada sosoknya yangbegitu dewasa dalam mengahadapi segalanya. Aku seperti dibisukan oleh sosoknya.
Aku ingat saat Ramadhan tiba. Perhatianku padamu semakin meningkat dan kamupun sama denganku. Dan pembicaraan kita lebih mengarah pada inti dari hati. Aku sempat cemburu pada saat kamu memajang background handphone kamu dengan fotomu bersama seorang wanita. Sungguh, batinku sangat berkecamuk. Aku sempat bertanya padamu tentang siapa wanita itu dan ternyata itu adalah temanmu. Disisi lain aku senang tapi disisi lain aku cemburu bila kamu berada dengan wanita yang selain aku. Kamu juga pernah berkata padaku bahwa kamu tidak pernah bisa membedakan perasaan cinta dengan perasaan lain, selain itu kamu juga tidak peka terhadap perasaan orang sekitar, dan kamu sempat berjanji bahwa “aku akan belajar peka demi kamu.”. akupun lega dengan itu sungguh ingin terbang rasanya kala aku mendengar itu.
Karena rumah kita berdekatan maka masjid untuk sholat tarawih pun sama, dan karena hal itu aku sering salting dibuatmu bang. Aku lihat sosokmu dan kamu balik melihatku rasanya bumi berhenti berputar. Lagi-lagi kau buatku kagum dengan segala pesonamu. Aku hanya sanggup melihatmu dari kejauhan karena kala aku didekatmu kutakut segala kelemahanku menjadi nilai minus tentang diriku dalam dirimu. “ Tuhan bila dia memang jodohku dekatkan aku, dan bila memang dia bukan takdirku cukup jadikan dia pelipur lara dalam segala masalahku. “.  Kamu pernah ungkapkan padaku “Aku sayang kamu dek !”, “aku juga kak” tapi sayang itu hanya ungkapan karena aku tau kamu belum sepenuhnya memahami apa itu perasaan.
Hubungan kita pun semakin akrab dan semakin tak canggung lagi. Setiap kita pulang sholat shubuh dari masjid kamu selalu menyempatkan membarengiku bang. Kamu tau hatiku rasanya ingin meledak kala aku berada di dekatmu. Aku ingat kamu juga sempat meminta fotoku tapi karena aku begitu malu maka aku menolaknya, tetapi kamu tetap ngotot dan mengatakan “ hanya kamu kenanganku disini dek “ sumpah yahhh itu kata yang membuatku ingin meledak menjadi berkeping-keping.  Malamnya aku telah merencanakan bahwa aku tak akan menampakkan batang hidungku padamu tetapi sayang, perhitunganku salah saat kupikir kamu tidak datang ternyata kamu ada di depan dan sedang menoleh ke arahku, kulihat kau sedang berancang-ancang mengambil handphone untuk meminta fotoku. Maka secepat kilat aku lari menuju rumah tanpa memerdulikanmu. Dan ternyata kupikir kamu akan marah pada perilakuku yang terkesan menghindarimu tapi ternyata aku salah kamu malah tertawa dan merasa bahwa perilakuku sangat menggelikan.
“Tuhan, dia begitu indah, aku kembali dibuat kagum olehnya sungguh aku tak mau kehilangannya, pantaskah aku untuknya?” timbul pertanyaan dalam hati tentang kepantasanku yang lemah ini untuk sosok bang Satya yang begitu mengagumkan. Pernah suatu kali, saat itu H-1 sebelum takbiran karena saat itu seluruh umat islam masih dibuat galau pada kepastian hari raya. Aku pikir aku akan kesepian karena sebelumnya kamu minta izin untuk absen teraweh dan wowww kamu datang lho. Kegalauanku hilang sekejap begitu aku melihat kamu bang. Dan karena itu terawih terakhir aku dan temanku memutuskan untuk tidak mengikuti sholat tersebut melainkan menggantikannya dengan ngobrol. Dan ternyata kamu menyaksikan mimik wajahku kala aku ngobrol bersama temanku, kamu melihat mimik wajahku kala aku tertawa. Saat aku pulang kulirik hapeku dan ternyata ada pesan dari kamu yang berbunyi “ kalo kamu lagi ketawa, kamu kelihatan cantik dek”. Pesan itu membuatku senang tak karuan dan membuatku semakin tak sanggup melepasmu bang.
Momen terbaik yang tak akan mungkin kulupakan kala hari raya lebaran kita sholat ied bersama dan setelah sholat ied kamu mengajakku pulang bareng. Saat berjalan bersama terlihat kegeramanmu karena setiap kamu mendekat aku selalu menjauh maka dari itu kamu menggandengku dan ditengah perjalanan kamu mengatakan “ Aku sayang sama kamu, Jangan tinggalin aku “ yang sanggup kulakukan hanyalah membisu seribu bahasa. Setelah mengantarkanku pulang kamupun pamit pulang. Hanya sejenak di rumah, kemudianku keluargaku mengajak untuk soan ke rumah tetangga dan terakhir tanpa sepengetahuanku keluargaku soan kerumahmu bang, sumpah aku malu, salting dan sebagainya. Semua berjalan baik hingga saat pulang mungkin allah mendengar doamu yang menyatakan ingin berfoto denganku dan itu semua terkabul bahkan lebih kita foto layaknya perkenalan dua kelarga dalam pernikahan. Akhirnya keluargakupun pamit pulang dan malamnya kamu mengatakan “ kakak udah bisa mengerti perasaan ini “, dan aku hanya berkata “ wah pinter dong “, “di dunia ini aku hanya sayang sama kamu” jawabnya, “ Aku juga kok kak “jawabku ,  “ kamu mau jadi gadisku “ tanyanya . dan hanya dalam durasi 5 menit aku menjawab iya. Dan resmilah sudah aku berpacaran denganmu.
Kini kamulah yang menjadi pewarna dalam kanvasku, kamu yang selalu temani hariku dan kamu selalu jadi pelipur lara dalam setiap masalahku. Aku ingat kamu memberiku kado terindah dalam hidupku kado pertama itu kamu dan kado kedua, itu boneka teddy bear dan isi pesan yang menyatakan bahwa “aku akan menembakmu lagi secara langsung setelah aku lulus nanti”. Dan itu janjimu.

Sabtu, 17 November 2012

Maaf, Saya Masih Sayang Anda


Kamu tinggalkanku dengan beribu kerapuhan dan beribu tetes air mata. Namun, kini kau kembali dengan sejuta kenangan dan sejuta harapan yang mampu merobohkan dinding kerapuhanku. Kamu yang dulu mencoretnya maka kamu juga yang menghapusnya. Rosa yah itulah namaku. Aku seorang wanita yang hanya mampu berdiri dengan kerapuhan yang ada. Kerapuhan yang kian hari kian membunuhku secara perlahan. Memang dilihat dari segi umur hidupku masih terlalu dini untuk merasakan pengkhianatan dan terlalu dini untuk merasakan sebuah kerapuhan. Namun, dunia semakin kejam untuk menyingkirkan seseorang.

“ Aku Sayang Sama kamu, kamu mau nggak jadi kekasihku “ tanya Rizal sambil memegang tanganku. Sontak akupun kaget dibuatnya karena sebelum kata-kata itu diucapkan aku tak pernah membayangkan akan terjadi hal seperti ini “ Konyoolll!!!, wess ayo anterin aku pulang “ jawabku sambil memaksa dia,agar aku segera diantarkan pulang. Rizal pun terlihat kecewa terhadap jawabanku atas pertanyaannya, lain lagi denganku yang dibuat gila atas ungkapan Rizal tadi karena tidak bisa kubohongi bahwa hatikupun sama sepertinya terlalu lama kututupi perasaanku, ku rela menunggunya dan sekarang dewi fortuna berpihak padaku maka aku mengambil inisiatif “ Ungkapan tadi masih berlaku? “ tanyaku penasaran, “ yah masih lah sayang, oppsss sorry “ jawab Rizal yang mulai gugup, “ sayang ??? iyadeehh aku juga sayang kamu sekarang kita pacaran yah sayang “ kataku sambil menggoda. Mendengar hal itu sontak Rizal pun senang dan memacu kencang sepedanya dan hal itu membuat aku kaget dan reflek memegang pinggang Rizal dan seketika pula kupukul bahunya karena membuatku kaget. Malam harinya dia menelfonku sebagai kekasihku tapi karena terlalu lama menjadi sahabat maka topik pembicaraan kami layaknya 2 sahabat. Besok pagi dia ingin mengantarkanku sekolah sebagai kekasihku karena kendaraan dirumahku digunakan maka kuiyai saja permintaanya. Keesokan harinya karena memang jarak rumah kita berdekatan makan pukul 05.30 dia telah ada di depan rumah, karena hobiku berangkat sekolah mepet so yah saat dia ada di depan aku masih menggunakan sepatu dan setelah selesai aku pamit pada kedua orang tuaku dan segera berangkat sekolah. Dan itulah hari pertama aku diantarkan Rizal sebagai pacarnya dan wow itu membuatku sangat gugup. Terkadang aku bingung untuk memanggilnya dengan sebutan apa dan kubiarkan semua mengalir begitu saja.

Memang aku tidak satu sekolah dengannya. Umur kita tak sepantaran tapi kami punya cara tersendiri untuk meluangkan waktu bersama dan share tentang kejadian sehari-hari. Tuhan ciptakan dia dengan beribu keindahan. Dia tenangkan hatiku kala aku tersiksa dengan keluargaku, dia ingatkanku waktu makan agar penyakit lambungku tidak kumat, Dia juga siap menjadi sopir pribadiku kala aku tak memiliki kendaraan. “Dia begitu indah tuhann!!. Akupun tak menyesal karena menunggunya terlalu lama karena dia yang isi hariku dengan kecerahan”, kataku dalam hati. Bulan demi bulan kita lalui bersama dengan penuh keindahan dan kekonyolan yang kami buat. Hingga menginjak bulan ke-3 aku berada pada titik kejenuhan, sifat keegoisannya terkadang membuatku marah, sifat keposesivannya yang membuat saya sesak nafas. Sekolahku adalah sekolah yang sedang mengejar grade tinggi maka dari itu setiap siswa dipacu agar seperti sekolah unggulan lainnya. Yah SMA Jaya Buana, sekolah ini terkadang seperti monster yang mampu memaksa setiap siswa untuk fokus pada tugasnya dan hal itulah yang membuatku sering tidak memberi kabar pada Rizal dan itu juga yang membuatnya marah. Aarrrghhhhh......!!!!!. itu membuatku hampir gila, hingga menginjak bulan keempat hubungan kami diisi  dengan adu cekcok dan sebagainya dan sifat kekanak-kanakan yang dimiliki olehnya yang membuat semua menjadi buruk. Karena bulan ini dipenuhi dengan tugas karena pada minggu kedua bulan kelima akan diadakan Ulangan Akhir Semester dan itu membuatku harus fokus pada nilaiku sehingga aku mengambil inisiatif untuk menghubunginya dan “ habis gini aku UAS kita istirahat ketemuan yah, istirahat telfon juga yah. Tapi kalo mau hubungin juga gapapa sih hehe “ pekikku dengan nada sedikit gugup karena takut membuatnya marah, “ ooo kalo buat kebaikanmu gapapa kok aku bakal coba, tapi pasti aku bakalan kangen kamu sayang “ jawabnya yang membuat hatiku seneng, “ kan Cuma 1 minggu sayang pasti bisa kok, kamu juga UAS kan? Nah biar kita fokusnya bareng “ tukasku dengan sedikit manja, “ Iyadeh buat my princess apasih yang ngga” jawabnya sambil merayu “ apaan sihh, malu tauuuu!!! Oh iya aku mau tidur buat persiapah UH besok, good night sayang “ sahutku sambil berpamitan untuk tidur , “ good night too sayang “ jawabnya. 

Beberapa hari kemudian dia berniat untuk mengajakku pergi tapi sekektika kutolak karena aku sedang banyak tugas dan hal itu membuatnya jengkel. Hingga menginjak H-2 sebelum UAS dari cara smsnya sudah semakin cuek hingga menginjak hari H komunikasiku dengan dia seketika putus, bak hilang di telan bumi tapi akal sehatku meemberikan pikiran bahwa dia juga sedang fokus pada UASnya pula. Kucoba untuk menghubunginya tapi tak ada respon dan hal ini membuatku jengah dan ingin mengakhiri kebusukan ini. Kubiarkan saja hingga UAS selesai tapi tetap saja tak ada respon seperti yang ada di televisi “ AKU GALAU TANPAMU!!!!” yah itulah yang kurasakan. Karena aku terlalu fokus pada tugasku dan UASku maka membuat kondisi tubuhku drop seleuruh penyakitku kumat, tapi dia berubah tak ada respon sama sekali darinya, kemana dia??? 2 minggu dia tak ada kabar hingga besoknya kudapati pesan bahwa dia memustuskanku. Demi tuhan itu membuatku shock karena 2 minggu dia tak memeberi kabar, sekalinya memberi kabar langsung menusuk hati. Kucoba bertanya tentang mengapa alasannya putus denganku dia mengatakan bahwa dia tak ingin membuatku terluka dengan segala keegoisannya yang selalu ingin bertemu dengaku. Dan hal itu membuatku tenang karena ternyata dia bijaksana. “tuhan kau berikan satu kelebihannya yakni dia bijaksana karena disaat putus dia masih mengingatku dan mempedulikan keberadaanku “ yah hanya itu yang menenangkan hatiku.

Paginya kukatakan pada Rahma jika aku dengan Rizal sudah putus. Sontak mereka semua terkejut dan setelah kuceritakan semua mereka memberi semangat agar aku tetap maju. Karena setelah UAS terdapat banyak jam kosong dan jam pulangpun dipercepat. Karena saat itu aku sedang suntuk maka Rahma dkk mengajakku Hang Out disalah satu mall di surabaya. Sesampainya disana yang kita lakukan hanya bermain dan nongkrong di food court. saat sedang asyik-asyiknya ngobrol, dari kejauhan ku melihat sosok Rizal berjalan dengan segerombolan temannya tapi dia tampak mesra dengan wanita disampingnya kudekati mereka dan aku izin untuk pergi ke toilet, saat kudekati kulihat rizal dan teman wanitannya menghilang maka tanpa pikir panjang kumencari keberadaan mereka dan akhirnya mereka ketemu, mereka berada di lantai atas dan kulihat Rizal duduk seperti menyembah dan mengatakan “maukah kau jadi kekasihku “ pada wanita itu, seketika batinku bergejolak, 

Marah....
Depresi.....
Sedih.......

Yah semua tercampur jadi satu dan tatkala wanita itu berkata “iya, aku mau” dan itu makin membuat batinku tersiksa dan menjarit. Tangisanku jatuh seketika “ TUHAAN!!! Kau jahat kau cipatakan dia hanya untuk menyakitiku dia tak lebih dari seorang pecundang!!!, kenapa harus aku tuhan !!!!, tuhan aku membencinya dengan segenap jiwa saya !!!!. TUHANn saya lemahhhh!! “ batinku berkecamuk karena tak kuat maka aku segera lari dan di eskalator aku bertemu Rahma dan di akhirnya aku pergi ditoilet dan kemudian aku bercerita panjang lebar dan tangisanku kembali pecah, Rahma pun yang mendengar ceritaku ikut pula meneteskan air mata “ Aku Bodoh yahh...., aku bisa sayang sama cowok pecundang itu, tapi dia jahat dia tinggalin aku buat orang lain, aku butuh dia dan saya bodoh “ air matakupun semakin menjadi . Rahmapun hanya bisa memelukku sambil mengatakan “Lupakan dia,dia nggak pantes buat kamu. Nangis aja selama kamu mampu” dan aku menangis di pelukannya. Setelah menumpahkan emosiku dan hatiku sedikit lebih tenang maka Rahma menghapus airmataku dan menyuruhku mencuci muka dan mengajakku kembali ke tempat tongkronganku. Disana Rahma mengajak pulang dan aku pulang dengan selamat. Sesampainya di Rumah akupun mengunci diri dalam kamar dan kudengarkan lagu kemudian meneteskan air mata kembali  sambil mengingat kejadian tadi. Kulihat ponselku dan segala hal tentang Rizal kuhapus dan kubuang karena terlalu besar rasa benciku padanya dan itu membuatku sedikit lebih tenang.

Hari demi hari kulalui hingga hasil Rapot dibagikan yah targetku melenceng jauh yah meskipun termasuk 5 besar tapi nilaiku pas-pasan. Yah karena galau memikirkan pria pecundang itu sehingga membuatku tidak fokus belajar tapi semua telah kusyukuri. Rahma, Zahra, Loka, Diana, Inka yah mereka yang selalu memberikan semangat padaku untuk jauh pergi meninggalkan Rizal, jauh pergi melupakan Rizal ditambah lagi dengan seluruh teman kelasku yang selalu ada buatku, yang selalu menghiburku. Bulan demi bulan, hingga kenaikan kelas 11 dan aku masuk IPA. Kudapati aku masih terbiasa tenang dengan hidup saya dengan teman-teman saya meskipun kelas kami berpencar. “ Rizal, ga ada waktu buat mikirin orang yang gapenting kayak kamu”, yah itu yang saya tanamkan pada hati saya. 

Pada hari senin kulihat ponselku ternyata ada sms dari nomor yang tak dikenal dan isinya hanya “Hei “ maka kubalas dengan singkat “sapa?” dan kuketahui bahwa itu Rizal. Sempat ada perasaan jengkel tapi bagaimanapun saya tetap ingin membalasnya. Setelah saling bertanya kabar kamipun bertanya pada hal yang lebih privasi tentang mengapa nomer miliknya tidak diketahui olehku ? dan aku yang balik bertanya perkara pacarnya, dan wow tenyata hubungannya telah kandas dari 1 bulan yang lalu. Yah karena terpancing adrenalinku dan pembicaraanku semakin mendalam karena sudah larut malam maka kuahiri smsku dengan berpamitan untuk tidur. Hari demi hari kita lalui dengan saling ungkap tentang pertanyaan “ “mengapa” di hati kita ?”. dia ucapkan kata “penyesalan dan minta maaf “ dan dia jelaskan semuanya. Menurutku dia cukup dewasa untuk mengakui ini, dan setelah dia akhiri ceritanya antara miris dan luluh, hatiku bercampur. Tapi untuk memaafkan mudah tapi menghapus semua luka itu sulit dan butuh waktu yang lama. Dia mulai berani mengantar – jemputku saat sekolah, dia juga mulai berani untuk mengajakku keluar. Kata “Balikan” itu terlalu sering kudengarkan tapi aku masih ingin melihat perubahannya. Minggu demi mingu dan merangkak ke arah bulan ke-2. Kulihat perubahannya semakin pesat dan tak kupungkiri tuk mengatakan “Aku Jatuh Cinta Lagi”. Hingga saat yang kunanti tiba yah dia mengajakku keluar ke suatu tempat dan aku mengajak ke lantai atas suatu mal dimana dia menyatakan cinta pada seorang gadis yakni setengah tahun yang lalu. 

“ Ananda Rosa, maukah anda kembali menjadi kekasih saya “ tanya Rizal 

“ Hah??? Semudah itu anda katakan ?? tidak tahukah anda betapa pedihnya saya melihat anda mengungkapkan perasaan pada wanita lain sehari setelah kita berpisah, tidak tahukah anda kala anda memutuskan saya, saya sedang membutuhkan anda, tidak tahukah anda saya rela turun peringkat karena anda, tahukah anda, anda yang membuat hidup saya penuh dengan kerapuhan karena pengkhianatan  yang anda beri, tahukah anda, saya tak bisa move on hanya karena pria pecundang seperti anda, tahukah anda, anda adalah orang terjahat yang pernah saya kenal “ jelasku yang mulai bercucuran airmata 

“ maafkan saya karena meninggalkan anda, maafkan saya yang lebih memilih ego saya dibanding anda, tapi ketahuilah hanya anda yang bisa mengerti saya “  jawab Rizal dengan penuh emosional
“hidup saya rapuh karena anda, pondasi mimpi saya hancur karena anda, anda bagai monster dan karena anda saya tidak bisa melihat, mencium, mendengar segala tentang anda karena saya terlalu lemah untuk semua itu “ sahutku yang mulai dipenuh banjir air mata 

“ bila saya yang telah menggores hati anda maka saya akan bertanggung jawab untuk menghapus goresan itu. jadi ini permintaan terakhir saya, bersediakah anda kembali menjadi kekasih saya dan saya hapuskan goresan tentang kenangan pahit itu dan digantikan dengan sebuah lembaran yang berisi goresan kenangan yang indah ?tanya Rizal dengan penuh harap 

“ Maaff..” jawabku sambil meneteskan airmataku kembali
 “Memang ini salah saya, saya hargai itu” sahut Rizal dengan penuh rasa kecewa
Maaff..... saya masih sayang anda  “ jawabku dengan airmata haru 

Rizal yang mendengar hal itu meloncat kegirangan dan segera memelukku dan mengatakan “Dengan segenap jiwaku aku akan berusaha menjaga kepercayaanmu, dan dengan segenap jiwaku aku menyayangimu “ jelas Rizal sambil mecium keningku

Setelah hari itu kami berjanji saling meleburkan kegoisan kami, kami juga berusaha untuk saling jaga dan saling pengertian. Dan kami melakoni hidup kami layaknya pasangan kekasih semestinya bukan seperti dulu melainkan dengan diri kami yang sekarang.

Jumat, 26 Oktober 2012

Darimu Untukku

Mungkin kisah ini terinspirasi oleh sosok malam yang selalu menyimpan misteri kapanpun dia datang. yah itulah yang membuatku selalu bertanya-tanya pada sosok pria itu yang layaknya malam.


Darimu dan Untukmu



Senyummu yang selalu terhias dibenakku.....
Tawamu yang membuat indah duniaku .....
Perkataanmu yang selalu tenangkan hatiku.....
Ketahuilah aku yang selalu menyayangimu.....
           
            Di suatu sudut persimpangan kota terlihat seorang pria sedang mengagumi keindahan seorang gadis. Yah sebut saja namanya Bahrul, sosok pria yang bisa dibilang sebagai boss dalam suatu geng yang angkuh, garang dan ditakuti di daerahnya. Memang dilihat dari umurnya dia memang masih muda, SMA lebih tepatnya. Dari segi wajahnya dia memang tidak tampan tapi kharisma yang dia pancarkan mampu membuat wanita manapun terpesona. Tapi sayang dia kurang sedikit peduli sekitar, dia terlahir dengan kebencian pada kedua orang tuanya. Karena terlalu sibuk dengan pekerjaan, sehingga kala mereka berada dirumah yang bisa mereka lakukan hanya bekerja dan bertengkar tanpa mempedulikan keadaan Bahrul dan seorang adiknya. Dan itulah alasan mengapa bahrul terlalu membenci keluarganya. 

            Rokok dan tawuran telah menjadi sahabat setia Bahrul. Mereka yang selalu menemani bahrul kala ia sedang gundah. Selain itu bahrul juga memiliki teman sepermainan atau anak buah dalam geng milik Bahrul. Mereka adalah Firman, Bagus, Arman, dan Putra.  Yah, mereka semua sama seperti bahrul yakni terlahir dengan masalah. Dalam hal cinta kemampuan bahrul sudah tidak diragukan lagi, kepala geng Black Hole ini sangat mudah untuk menggandeng seorang gadis untuk menjadi kekasihnya. Tapi sayang bagi bahrul semua gadis yang dikencani bahrul hanya sebagai selingan, selain itu semua gadis hanya memperhatikan kekayaan kedua orang tuanya dan fisiknya. Tapi kali ini entah mengapa bahrul terpikat pada sosok gadis yang berdiri menunggu angkutan kota untuk menuju sekolah. Entah mengapa dilihat dari penampilannya gadis ini biasa saja, tidak ada lebihnya dibanding gadis yang telah dikencani Bahrul sebelumnya. Tapi saat melihat gadis itu hati Bahrul menjadi tentram. Sesampainya ia di sekolah ia langsung menceritakan gadis itu pada gengnya.
            KRIIIIINGGGGGGGGGGGGGG!!!!!, bel sekolah pun telah dibunyikan. Seperti biasa bila tidak berbuat ulah bukan Black Hole namanya. Yah mereka membuat ricuh kelas dengan saling lempar antara Bahrul, Bagus dan Arman. Kemudian diikuti Putra, Firman dan siswa lain karena tidak terima karena lemparan. Akibatnya, suasana kelas menjadi tidak konsentrasi dalam menyerap pelajaran. Hal itu membuat guru yang mengajar jengkel dan mengeluarkan kelima anak tersebut dari kelas. Mungkin hampir semua siswa yang dikeluarkan saat proses KBM itu takut, sedih dll, Tapi tidak dengan Bahrul Cs mereka malah dengan senang hati keluar dari kelas malahan mereka mengatakan sesuatu yang membuat guru itu sesak nafas “ kenapa tidak dari tadi sih bu, saya udah ngantuk “ kata Bahrul yang kemudian nyelonong pergi meninggalkan kelas dan diikuti Csnya. Seperti biasa saat guru mengeluarkan mereka dari kelas yang dilakukan mereka ada pergi kekantin untuk sarapan, saat perjalanan dikantin dia bertemu dengan gadis yang tadi dia temui dan membuatnya terpesona “ bro, iku arek ayu sing tak critano mau“ seru Bahrul sambil menunjuk gadis yang berjalan menuju kelas XII IPA 3 , “ endi,endi?” jawab Arman sambil terkejut, “ Oalah, iku Rika arek tonggo kelase awak dewe, mosok kon gak eroh? “ jawab Firman yang menyakinkan Bahrul. “ Kok aku gak eroh yo, tapi ayu yo !!” sahut bahrul yang terlihat senang karena telah mengetahui nama gadis itu. “ ahh longor kon iku” sahut bagus sambil memukul kepala Bahrul. Karena tidak terima bahrul pun memukul kepala bagus juga dan akibatnya ketiga temannya ikut memukul kepala bagus dan berlari menuju kantin. 

            Menit demi menit, jam demi jam Bahrul lalui dengan memikirkan gadis yang bernama Rika itu hingga akhirnya jam pulang sekolah pun berbunyi. Karena dia masih penasaran dengan Rika dia mencari informasi tentang Rika. Karena latar belakang Bahrul adalah Black Hole maka dengan mudah bahrul mendapatkan informasi tentang siapa ?, Dimana?, dan Bagaimana sosok Rika itu?. Dan hal itu membuat Bahrul menjadi senang dan berniat untuk mentraktir makan teman-temannya pada malam itu. Yah Bahrul mengajak teman-temannya makan di tempat tongkrongan mereka biasanya. Di tempat itu mereka memesan makanan dan setelah mereka makan, seperti biasa  mereka menyalakan rokok dan bersenda gurau bersama saking asiknya mereka merokok mereka hingga mereka tak sadar jika asap rokok Bagus mengganggu pengunjung lain. Dan pengunjung lain merasa tidak terima “ asap rokok kalian itu mengganggu, bisa nggak kalian mematikan rokok kalian?”  sentak Rian sebagai pengunjung yang merasa terganggu tersebut “ emang ada larangan yah kalo disini dilarang merokok, toh banyak yang merokok disini” jawab Putra yang mulai emosi, “ emang nggak ada sih, tapi setidaknya kalian peduli sekitar dong “ sahut Rian yang juga mulai emosi “ arghhh...., Banyak omong” tukas Bahrul dengan jotos hangat pada wajah Rian BRUAKKKK!!!!. Sontak hal itu membuat teman-teman Rian tidak terima dan balik menyerang BahrulAkibatnya, terjadi pertengkaran antara Bahrul Cs dan Rian Cs. Karena hampir kalah Rian Cs mundur dan dengan maksud, lain hari akan menyerang Black Hole kembali dengan pasukan yang lebih banyak. Dengan senang hati Bahrul menerima tawaran Rian “ Golekono aku, Bahrul boss Geng Black Hole SMA Pelita Harapan, aku gatau wedi kapanpun iku “ tukas Bahrul sambil mengejek Rian. Karena wajah mereka babak belur maka mereka memutuskan untuk pulang kerumah masing-masing karena besok pagi mereka harus sekolah. Sesampainya Bahrul di rumah dia hanya menemui adik laki-lakinya Sandi yang menunggu kedatangannya “ mas habis tawuran lagi yah “ tanya adiknya, “ lho adek kok belum tidur ?”, “iya, mas kan cowok jadi kayak gini hal biasa”  jawab Bahrul sambil mengelus kepala adiknya “ belum mas, masih nunggu mama , ayah sama mas pulang “ sahut Sandi polos “ kan mas udah pulang, adek tidur yah “ seru Bahrul menyuruh adiknya Sandi tidur “ oh yaudah Sandi tidur yah mas, besok ulangan soalnya” sahut Sandi yang kemudian pergi tidur. Memang Bahrul sangat menyayangi adiknya Sandi yang masih berusia 10 tahun. Dia tidak ingin adiknya seperti dirinya yang selalu berbuat onar. Sifat Sandi pun sangat bertolak belakang dengan Bahrul. 

            Pagi pun akhirnya tiba , sesampainya di sekolah Bahrul betemu dengan Rika dan seketika hati Bahrul yang awalnya emosi karena kejadian kemarin malam menjadi tenteram. Yah karena hal itu mood Bahrul menjadi lebih baik dan berniat untuk mendekati Rika. Tapi belom ada waktu yang tepat hingga saat pulang sekolah hujan turun dengan derasnya, saat hujan sedikit reda Bahrul berniat pulang dan saat itu dia melihat Rika yang menunggu angkutan umum sendirian. Bahrulpun memberhentikan sepeda motornya tepat di depan halte Rika menunggu “ ayoo naik !! mau nunggu sampe kapan “ seru Bahrul, seperti orang terhipnotispun Rika naik sepeda motor Honda CBR milik Bahrul “ kok kamu mau nganterin aku, kamu Bahrul anak IPA 4 yang terkenal nakal itu kan” tanya Rika dengan penuh selidik, “ gapapa gak tega lihat cewek menunggu sendirian, kamu Rika anak IPA 3 kan “ jawab Bahrul sambil tetap fokus menyetir “oalah, by the way emang kamu tau dimana rumahku?”  Tanya Rika, “ yah kamu punya mulut kan buat bilang dimana rumah kamu ” jawab Bahrul. Sungguh batin bahrul sangat bergejolak karena yang sedang diboncengnya adalah gadis yang ia kagumi. Hingga waktupun tak terasa sampailah mereka di depan rumah Rika, Rika pun turun dan mengucapkan terima kasih tak lupa mereka saling bertukar nomer ponsel dengan harapan mereka bisa melanjutkan obrolan mereka melalui telfon dan setelah itu Bahrul pamit dengan wajah sumringah. Malam harinya Bahrul mencoba menelepon Rika dan ternyata mendapat respon pihak Rika, saking asiknya mereka telfonan hingga mereka lupa waktu . setelah Rika pamit tidur dan Bahrulpun sama ngantuknya seperti Rika mereka mengakhiri telfon mereka.

            Hari demi hari mereka semakin akrab, tak jarang mereka saling sapa satu sama lain. Bahrul pun semakin berani untuk mengajak Rika pulang bersama. Bahrul juga semakin gencar untuk medekati Rika, dan tampak dari wajah rika jika Rika memendam rasa yang sama tetapi bahrul tak kunjung mengungkapkan perasaannya. Hingga pada suatu hari, Bahrul telah bersiap untuk mengungkapkan perasaannya dengan membawa bunga kesukaan Rika yaitu mawar putih. Saat Bahrul akan menghampiri Rika tiba-tiba Putra datang mendatangi Bahrul “ boss, Bagus dikeroyok Rian CS” tukas Putra dengan gelagapan, “ nangdi.... ? “ tanya Bahrul yang mulai emosi, “ Nang perempatan cedek sekolah “ jawab Putra “ yowes golekono Firman karo Arman, terus bareng-bareng mrono “ sahut Bahrul dengan bijaksana. Saat Putra pergi mencari Firman dan Arman yang dilakukan Bahrul adalah menemui sahabat Rika. Yah Tisa, Bahrul menitipkan bunga mawar putih dan sepucuk surat yang akan diberikan pada Rika dengan harapan saat Bahrul selesai menuntaskan masalahnya dengan Rian nanti Bahrul akan langsung menemui Rika untuk mengungkapkan perasaannya.

            Setelah Black Hole berkumpul dan menyiapkan segala atribut tawuran yang biasa mereka bawa, Akhirnya mereka berangkat mendatangi Rian CS dan sesampainya di tempat yang dituju disana terlihat Bagus yang sedang dipukuli dan babak belur. Karena solidaritas antar anggota Black Hole sangat kuat maka dengan cepat Bahrul langsung menghampiri Bagus yang sedang terkapar dan balik membalas Rian CS. Terjadi pertarungan hebat di tempat itu, terlalu banyak darah yang tumpah di tempat itu, miris memang. saling pukul, saling tendang bertebaran di tempat itu. Rian CS sudah hampir kalah karena tidak terima dengan kekalahannya dia mengambil kayu dan berniat memukulkan kayu tersebut pada Arman tapi Bahrul yang tidak terima segera berlari menuju Arman. Akibatnya, yang terkena pukulan tersebut ialah Bahrul seketika Bahrul langsung terkapar ke jalan dan bersimpah darah “ Bahrul!!!!!” teriak Arman. Maka seketika Arman  langsung menyerang Rian dengan penuh emosi. Sirine polisipun berbunyi tapi keadaan tempat itu sudah sangat mengenaskan Rian yang sekarat karena dipukuli Arman, Bahrul yang terkapar bersimbah darah, Bagus yang wajahnya sudah babak belur karena dikeroyok terlebih dahulu, sedangkan Firman dan Putra yang menangisi jasat Bagus dan Bahrul yang sedang terkapar. Semua anggota Rian telah terkalahkan dan segera diringkus polisi, Bahrul dan Bagus dibawa kerumah sakit karena terjadi pendarahan yang hebat pada mereka berdua tim medis berusaha sekuat tenaga untuk menyelamatkan mereka. Keluarga Bahrul datang dengan tangis haru, adik Bahrul yang menangis bertanya pada Arman “ Mas Bahrul kenapa, mas ?” , karena tidak kuat Arman pun tidak menjawabnya yang bisa ia lakukan hanyalah menangis. Tim dokter keluar dan mengatakan jika Bahrul telah sadar, sungguh hal itu membuat semua yang mendengar senang. “ Mama sama ayah dateng. Maafin aku kalo aku punya salah yah.” Kata bahrul dengan terbata-bata, “mama sama ayah udah maafin kamu sayang, justru mama yang minta maaf yang terlalu sibuk bekerja dan sering nggak peduliin kamu sama sandi “ jawab mamanya yang penuh dengan air mata “ Mama Bahrul kangen sama mama, sandi juga kangen mama. Mama jagain Sandi yah jangan tinggalin dia sendirian lagi. “ sahut Bahrul yang ikut berlinang air mata. “ iya mama sama ayah janji nggak akan ninggalin kamu sama Sandi sendirian lagi” tukas Mamanya sambil memengang tangan Bahrul. “ Adik, kamu udah besar nggak boleh nakal, jadi anak yang pinter buat mama sama ayah bangga, maafin mas yah ?”  tanya bahrul pada adiknya, “ kok mas minta maaf, mas Bahrul mau kemana, jangan tinggalin Sandi mas !” jawab Sandi yang tangisannya semakin keras. “ Mas Bahrul nggak tinggalin kamu, mas sayang sama kamu dan kamu nggak boleh nangis !!” sahut Bahrul sambil menyeka airmata Sandi.  ‘sandi nggak nangis kok, sandi akan kuat kayak mas” tukas Sandi sambil menghapus airmatanya. “ Man, Fir, Put, Bagus endi ? “  tanya Bahrul dengan terbata-bata, “ nang ruang sebelah, kritis keadaane” jawab Firman “ kon kabeh iku koncoku sing paling apik, kon sing onok nang suka maupun dukaku, kon sing eroh apik elekku, Fir, ancene kon iku sombong tapi aku eroh kesombonganmu iku gawe nutupi nek kon kesepian, Put, ojok keseringen mikir wedok pikiren sekolahmu kon sing bakal dadi peneruse usahane wong tuwomu, Man, kon iku konco sing paling cedek karo aku ket SMP awakdewe bareng kon frontal tapi bijaksana kon sing mesti ngekei saran gawe aku, sepurane rek aku duwe salah waktuku wes gak suwi maneh, uhuk...uhuk...” celoteh Bahrul dengan disertai Batuk yang mengeluarkan darah. “ kon ngomong opo seh rul, awakdewe seneng bareng-bareng, susah yo bareng-bareng.”  Sahut Firman, “ justru aku sing njaluk sepuro, gara-gara aku, kon sampek koyok ngono” tukas Arman yang terkesan menyalahkan dirinya sendiri, “ kon gak salah man, oh iyo aku duwe permintaan, Man ?”  Tanya Bahrul “Permintaan apa?” jawab Arman dengan penuh kebingungan “ tolong jupuken barang-barang sing tak titipno nang Tisa, trus kasihno nang Rika. Sampekno maafku nang dee. Tolong jogoen Sandi pisan anggapen dee adik-adikmu rek dadino dee lanang sing kuat Uhuk...uhuk“  celoteh Bahrul. Batuk yang disertai darah semakin banyak dikeluarkan Bahrul dan seketika Bahrul tidak sadarkan diri. Ayah dan mamanyapun memanggil dokter, tim dokter masuk dan memeriksa detak jantung Bahrul yang sudah tidak lagi berdetak. Sekuat tenaga dokter berusaha untuk membuat jantungnya berdetak. Tapi, allah berkata lain ternyata allah memberikan kesadaran pada Bahrul hanya untuk memberikan waktu pada Bahrul untuk berpamitan. Sontak ruangan itu penuh dangan tangisan dan teriakan. “Mas Bahrullll jangan tinggalin aku mas ??” celoteh sandi dengan menggoyangkan badan kakaknya yang sudah tidak bernyawa. “Bahrul, bangun sayang maafin mama”  sahut mamanya yang mengusap wajah putranya yang terbujur kaku, “Bahrulll!!!!” teriak histeris Arman yang kehilangan, Firman dan Putra pun menenangkan Arman dan sama bersedihnya layaknya Arman.
            
           Disisi lain Rika yang khawatir dan bingung karena tidak biasanya Bahrul tidak memberi kabar pada dirinya. Tapi entah mengapa perasaanya begitu tidak enak hingga Tisa datang menemuinya dan mengatakan bahwa Bahrul tadi mencarinya dan mengatakan ridu padanya. Dan seketika perasaan itu berganti menjadi senang. Keesokan harinya Arman datang menemui Rika dengan membawa mawar putih kesukaan Rika dan sepucuk surat dari Bahrul “ Ini dari Bahrul buat kamu”.  

Senyummu yang selalu terhias dibenakku.....
Tawamu yang membuat indah duniaku .....
Perkataanmu yang selalu tenangkan hatiku.....
Ketahuilah aku yang selalu menyayangimu.....

            Rika pun membaca surat itu dengan perasaan gembira. “ terus, Bahrul mana ?” tanya Rika sambil celingukan mencari dimana keberadaan Bahrul. “sebenernya dia mau mengungkapakan isi hatinya padamu kemarin, tapi sayang Bagus dikeroyok oleh musuh besar kami, dia menunda permasalahan hatinya demi sebuah solidaritas. Ditempat itu nasib naas menimpa Bahrul dia menyelamatkanku dari hantaman kayu dan itu menyebabkan Bahrul pendarahan hebat. Awalnya dia sempat sadar tapi dalam sekejap dia pingsan dan jantungnya berhenti berdetak. Sebelum dia meninggal, dia menyuruhku untuk menyampaikan ini dan mengatakan maaf apabila dia tidak bisa menemanimu dan dia sangat menyayangimu sejak awal bertemu” dengan tabah Arman menceritakan hal itu pada Rika. Hal itu membuat Rika sangat terkejut dan tak percaya bahwa orang yang dia sayang harus pergi meninggalkannya sebelum masing-masing mereka mengungkapkan perasaan mereka. Tapi sayang yang bisa Rika lakukan hanya menangis dan berkata “ antarkan aku ke makam Bahrul “. Arman pun mengambil mobil dan mengantarkan Rika ke makam Bahrul dan sesampainya di nisan Bahrul “ kamu jahat !!!, kamu tinggalin aku tanpa kamu pamit. Tapi tidak apa-apa aku maafin kamu dari lubuk hatiku yag terdalam. Sulit untuk membohongi perasaanku tapi ketahuilah aku juga menyayangimu. Bunga ini yang ingin kau berikan padaku malah kau yang harus kuberi. bunga untuk menghias batu nisanmu. Semoga kau tenang di alam sana dan berada di sisi-Nya, aminn” celoteh Rika dengan penuh air mata, Arman yang melihat hal itu tak kuasa menahan tangis. “aku janji, Aku akan jaga Sandi, nggak onok sing oleh nyentuh atau ngelukai Sandi sedikitpun” celoteh Arman dengan mengusap nisan Bahrul. Akhirnya Arman membangkitkan diri dan mengajak Rika kembali pulang. Dan sejak saat itu keadaan semakin membaik Sandi tumbuh menjadi pria yang jantan dan dewasa layaknya Bahrul. Bagus, Firman, Arman, Putra dan Rika Lulus. Bagus memilih keliling dunia untuk mewujudkan mimpinya menjadi Seniman, Putra yang memilih kuliah Managemen agar bisa meneruskan perusahaan orang tuanya, Firman yang memilih jadi Atlet basket dengan mengikuti tes magang di salah satu Tim Basket ternama di Surabaya, Arman memilih untuk pergi ke Amerika untuk menenangkan diri dan mencari inspirasi untuk membuat lagu karena dia bercita-cita menjadi penyanyi, sedangkan Rika dia memilih tetap di Surabaya dan mengeluarkan Buku novel pertamanya. 5 tahun Arman kembali ke Indonesia Arman bertemu dengan Rika dan memulai hubungan dengannya. Beberapa bulan kemudian Arman melamar Rika dan menjadikan Rika sebagai istrinya. Firman, Putra, Bagus dan Sandi diundang dalam acara pernikahan mereka. Setelah satu tahun menikah mereka mendapatkan seorang putra mereka memberi nama Muhammad Bahrul Alam agar kelak mejadi pria yang kuat, tabah dan bijaksana layaknya Alm.Bahrul yang mereka sayangi.







**** TAMAT ****